Lahir di Muar, Johor, Federasi Malaya pada 6 Juni 1961,[5] Sam merupakan putra sulung dari delapan bersaudara di keluarga Tionghoa-Malaysia. Ia tinggal selama 15 tahun tanpa listrik, tidak ada lantai dan atap bocor. Ia bercita-cita menjadi seorang polisi maka ia berdinas di Kepolisian Kerajaan Malaysia pada 1980an setelah lulus ujian sertifikasinya. Namun, karena nilai ringgit yang lemah dan gaji yang rendah, ia tidak bisa melimpahkan gajinya kepada orang tuanya.[5] Jadi, setelah dua tahun berdinas di kepolisian, ia menjadi pelatih lumba-lumba di sebuah taman safari di Johor selama lima tahun, sebuah pekerjaan yang menurut Sam sebagai "pekerjaan terbaik selama hidupnya".[6] Taman safari tersebut kemudian tutup dan Sam pindah menjadi pebisnis kecil.
Sam memutuskan untuk meninggalkan Malaysia dan menetap di Australia pada 2005, berencana untuk pensiun bersama keluarganya disana.[5][7][8] Tidak lama setelah pindah pada 2006, Sam berubah rencana dan mengejar cita-cita masa kecilnya dengan berdinas bersama Kepolisian Australia Barat.[6] Saat berdinas bersama Kepolisian Australia Barat, ia bertugas di Perth, Karratha, Eucla, dan Fremantle.[9][10] Ia kemudian dipindahkan ke kantor pusat departemen di Perth pada tahun 2017, dan diberi tanggung jawab untuk membantu kelompok-kelompok Asia multikultural. Ia dianugerahi penghargaan Officer of the Year di Nine News Police Excellence Awards pada bulan Desember 2020 atas perannya dalam penjangkauan pandemi melalui penerjemahan pengumuman COVID-19 untuk berbagai komunitas.[7]