Salim Haji Said (10 November 1943–18 Mei 2024)[1][2][3] adalah tokoh pers dan perfilman nasional, akademikus, cendekiawan, dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Ceko.
Ia pernah menjadi redaktur Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata, dan redaktur majalah Tempo (1971-1987). Salim pernah mengajar di Sekolah Ilmu Sosial dan menjadi anggota Dewan Film Nasional.[5] Sebagai anggota dari Dewan Film Nasional dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), ia sering berpartisipasi dalam diskusi tentang film, sejarah, sosial dan politik Indonesia dalam tingkat nasional maupun internasional.[6]
Sejak 2000, Salim menjadi dosen luar biasa di Universitas Muhammadiyah Malang. Pada 2005, ia melampaui syarat angka kredit dan diangkat dalam jabatan sebagai guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.[7][8]
Hasil karya buku yang ia tulis ialah Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini, dan Kelak, Profil Dunia Film Indonesia dan masih banyak lagi. Tulisan-tulisannya mengenai sastra dimuat dalam Mimbar Indonesia, Bahasa dan Budaya, Horison, Budaya Jaya, dan lain-lain. Selain itu, ia juga banyak menulis tentang film. Bukunya yang tentang film berjudul Profil Dunia Perfilman Indonesia (1982).[5]
Buku
Profil Dunia Film Indonesia (1982)
Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini, dan Kelak (2001)
Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian (2013)
Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto (edisi diperkaya, 2018)
Meninggal dunia
Sebelum meninggal dunia, Salim Said sempat bolak-balik dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya Prof. Salim Said menghembuskan napas terakhirnya di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Mei 2024, pada pukul 19.33 WIB. Pemakaman Prof. Salim Said direncanakan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Mei 2024 selepas pukul 12.00 WIB.[9]
12Eneste, Pamusuk (2001). Buku pintar sastra Indonesia: biografi pengarang dan karyanya, majalah sastra, penerbit sastra, penerjemah, lembaga sastra, daftar hadiah dan penghargaan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN9799251788. halaman 206
↑Said, Salim (1991). Shadows on the silver screen: a social history of Indonesian film. Jakarta: Lontar Foundation. ISBN9798083040. halaman 153