Saguer merupakan salah satu minuman tradisional yang berasal dari olahan bahan alami tertentu, salah satunya hasil dari Pohon Enau atau yang sering disebut Pohon Seho oleh masyarakat Minahasa, pohon ini menghasilkan Saguer atau cairan putih yang cairannya terasa manis saat baru dipanen.[1]
Masyarakat Minahasa biasanya mengonsumsi minuman ini dengan batok kelapa, karena mereka percaya dengan begitu mereka bisa lebih terhubung dengan leluhur mereka.[2]
Sejarah
Konon katanya, Saguer ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang Minahasa yang kemudian disebut Dotu atau Opo.
Selain mengonsumsi dengan batok kelapa ada juga adat atau tradisi khusus meminum Saguer dengan menyimpannya didalam bambu lalu meminumnya dengan gelas bambu juga. Tradisi ini biasanya diadakan saat hari-hari besar orang Minahasa.[2]
Pada awalnya, ada juga hukum adat yang menyatakan bahwa Saguer adalah minuman dewa dan leluhur, sehingga tidak diperbolehkan untuk diperdagangkan, namun pada abad ke-18 hukum adat tersebut mulai hilang dan pada akhirnya Saguer sudah boleh diperdagangkan yang akhirnya menjadi salah satu sumber penghasilan para petani Minahasa.[2]