SMA Negeri (SMAN) 5 Medan berada di belakang Stadion Teladan, tepatnya di Jalan Pelajar No. 17 Medan. Awalnya merupakan pengembangan dari SMAN 3, Jalan Seram, yang mengelola sekolah sore di Jalan Sisingamangaraja (Simpang Limun) Medan. Tahun 1960, sekolah sore itu berpisah dari SMAN 3 dan berubah menjadi SMAN 5 Medan. Sejak saat itu (bahkan hingga kini) pindah ke Jalan Pelajar No. 17 (belakang Stadion Teladan) Medan.
Pertama kali, SMA Negeri 5 Medan ini dibangun pada tanggal 02 Februari 1986. Sekolah ini didirikan dengan 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, dan 9 ruang kegiatan belajar mengajar. Dengan perkembangan jumlah siswa yang mendaftar, semakin lama semakin bertambah, akhirnya SMA Negeri 5 Medan memiliki gedung sekolah yang dapat menampung 550 orang siswa yang terbagi menjadi 6 ruang tiap kelasnya, yang terdiri dari 1 ruang Kepala sekolah, 1 ruang tata usaha, 1 ruang Guru, 1 ruang perpustakaan,1 ruang laboratorium komputer, dan 17 ruang kelas yang diharapkan dapat membantu kegiatan belajar siswa.
Pada era Lindawati, untuk pertama kalinya diberlakukan kelas unggulan yaitu XI IPA 10 angkatan lulusan 2013, yang kemudian untuk kelas IPS-nya dibentuk tahun selanjutnya.
Untuk pengembangan bangunan sekolah, pada era Lindawati, S.Pd., M.Pd., ruang kelas banyak ditambah terutama di bagian belakang sekolah. Kemudian dilanjutkan pembangunannya oleh Sutrisno yang memperbaharui gerbang sekolah, dan banyak merombak kelas-kelas yang ada. Pada era kepemimpinannya pula dibangun sebuah musholla yang menempati ruang BK yang lama, yang sampai saat ini pembangunannya selesai pada era Harris Simamora.