Tampak gedung depan SMA Negeri 4 Bogor setelah dibangun pada tahun 2012 yang dahulu merupakan gabungan beberapa kelas yang telah dihancurkanPemandangan beberapa ruang kelas yang telah dihancurkan pada tahun 2012 karena perluasan lapangan upacara dengan latar belakang pohon-pohon besar Taman Makam Pahlawan Dreded dan papan panjat tebing sekolah
Pada tahun 1981, di wilayah Kotamadya Dati II Bogor berdiri secara serentak tiga SMA Negeri, yaitu: SMA Negeri 3, SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 yang mana sebelum tahun 1981 hanya ada SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 di wilayah Kotamadya. SMA Negeri 4 Bogor lahir pada tanggal 1 Juli 1981 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0219/0/1981 tanggal 14 Juli 1981. Pada awal mula berdiri, SMA Negeri 4 menginduk di SMA Negeri 3 mulai tahun 1981-1982 yang berlokasi di Jalan Pakuan No. 4, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, sedangkan SMA Negeri 5 menginduk di SMP Negeri 6 Gang Kelor. Tahun 1982 SMA Negeri 4 mendapat jatah lahan sekolah berlokasi di kawasan Bogor Selatan, sedangkan SMA Negeri 5 mendapat lahan sekolah di kawasan Bogor Barat. Kini, SMA Negeri 4 Bogor telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, hal ini telah dibuktikan dengan berbagai prestasi yang telah diukir.
Sejak pertengahan tahun 2012, SMA 4 Bogor tidak lagi beralamat di Jalan Dreded V yang pada masa itu gerbang utama masih berhadapan dengan SMP Negeri 9 Kota Bogor. Hal tersebut terkait setelah pemugaran sekolah secara besar-besaran pada tahun 2011 dan pemindahan pintu gerbang masuk, maka alamat sekolah pun berubah yang semula di Jalan Dreded V sejak tahun 2012 alamatnya menjadi Jalan Dreded No. 36 Bogor hingga sekarang dan gerbang utama yang dahulu membelakangi Jalan Dreded kini menghadap langsung ke Jalan Dreded, jalan yang menghubungkan antara Bogor Nirwana Residence (BNR) dan Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dalam sejarahnya SMA Negeri 4 Kota Bogor maupun sekolah-sekolah lainnya di seluruh Indonesia yang berdiri di era Orde Baru hingga era Reformasi telah terjadi perubahan penamaan sekolah dari masa ke masa sesuai dengan perubahan kebijakan dan kurikulum di Indonesia, antara lain:
SMA Negeri IV Kotamadya Dati II Bogor (1981-1982)
SMA Negeri 4 Kotamadya Dati II Bogor (1982-1994)
SMU/SLTA Negeri 4 Kotamadya Dati II Bogor (1994-1999)
SMU/SLTA Negeri 4 Kota Bogor (1999-2004)
SMA Negeri 4 Kota Bogor (2004-sekarang)
Kepala sekolah
Nama-nama kepala sekolah SMAN 4 Bogor dari tahun 1982 dan sampai sekarang, sejak berdirinya sekolah pada tahun 1981 adalah sebagai berikut:[1]
Daftar kepala sekolah SMAN 4 Bogor
No.
Nama
Mulai menjabat
Selesai menjabat
1
M. Daoedin (Almarhum)
1982
1985
2
M. Masri (Almarhum)
1985
1987
3
Dra. Nani Suraatmadja (Purnabakti)
1987
1991
4
Drs. H. Sanusi PR (Almarhum)
1991
1994
5
Drs. R. Sanusi Karnasutisna (Purnabakti)
1994
1996
6
Drs. H. Wawan Wahyu
1996
1998
7
Dra. Sri Dwi Hartati, M.M.
1998
2003
8
Drs. Maman Suherman
2003
2012
9
Drs. H. Budhi Rahman, M.Pd.
2012
2017
10
Hj. Enung Nuripah, S.Pd., M.Pd
2017
2020
11
Hj. Emi Rosmiami, S.Pd., M.Pd
2020
2023
12
Yulianti Rosdian, S.Pd., M.Pd
2023
sedang menjabat
Fasilitas
Sejak tahun 1981 (tahun berdiri) SMA 4 Bogor minim akan fasilitas penunjang sarana dan prasarana belajar. Tidak ada perubahan yang signifikan sejak tahun 1982, hingga tahun 2000an barulah dilakukan renovasi sekolah secara besar-besaran dan bertahap, seperti: renovasi masjid, pemindahan gerbang utama, pengubahan bentuk denah sekolah, hingga penambahan kelas, laboratorium kimia, laboratorium biologi, laboratorium komputer, ruang piket, dan pembangunan kantin sehat pada Mei 2014.
Penambahan jumlah ruang kelas yang dahulu hanya memiliki 5-7 ruang di setiap tingkat X, XI dan XII, sejak tahun 2010 menjadi 9 ruang kelas. Pembangunan gedung sekolah secara vertikal dilakukan sekitar tahun 2002, 2005, 2007 dan 2011 setelah hampir 25 tahun lebih tidak adanya renovasi bangunan sekolah. Kini, wajah depan dan letak gerbang utama SMA 4 telah berubah total bila dibandingkan tahun 1980-an hingga awal tahun 2010-an yang dahulu bisa dikatakan letak sekolah tertutup membelakangi jalan utama dan banyak orang yang tidak mengetahui posisi SMA 4 Bogor berada.
Dengan dibukanya The Jungle Waterpark pada tahun 2008 dan JungleFest pada tahun 2013 yang berada di Bogor Nirwana Residence (BNR) dan dihidupkannya kembali jalur Kereta Api antara Stasiun Bogor dan Stasiun Sukabumi yang berada tak jauh dari samping sekolah membuat letak SMA 4 Bogor semakin strategis.
Berbagai fasilitas dimiliki SMA Negeri 4 Bogor untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas tersebut antara lain: