SMA Negeri 1 Paiton berdiri sebagai filial dari SMA Negeri Kraksaan pada tahun 1986, berdasarkan SK Pendirian nomor 0887/01/1986 tanggal 22 Desember 1986, dengan SK operasional pertama dikeluarkan pada 9 November 1983.[2]
Kepala sekolah
Sejak berdiri tahun 1986, SMA Negeri 1 Paiton telah dipimpin oleh sejumlah kepala sekolah. Kepala sekolah pertama adalah Drs. Sudjoko, B.A. (1986–1992), kemudian berturut-turut dijabat oleh Drs. Sutrino, B.A. (1992–1994), Drs. H. Muhammad Yusuf Suhartono (1994–1996), Drs. Mas’ud (1996–2004), dan Drs. H. Saifulloh, M.M. (2004–2011).
Selanjutnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh Drs. H. Suwardi (2011–2013), Drs. H. Hari Ananta S. (2013–2015), dan Waluyo, M.Pd. (2015–2016). Pada tahun 2016 hingga awal 2025, sekolah dipimpin oleh H. Ahmad Sudiarto, S.Pd., M.M..
Mulai tahun 2025, posisi kepala sekolah diisi oleh Bambang Sudiarto, S.Pd., M.M.Pd. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Kraksaan. Ia bertukar tugas dengan Ahmad Sudiarto yang dipindahkan ke SMA Negeri 1 Kraksaan.[3]
Green House, laboratorium biologi modern, ruang musik/gamelan & band, lapangan basket, voli, serta fasilitas praktik olahraga lain (futsal, dll) yang dibangun dengan dukungan stakeholder lokal seperti PT IPMOMI dan pemerintah kabupaten.[4]
Kurikulum dan program
SMA Negeri 1 Paiton menerapkan Kurikulum Merdeka yang mulai diimplementasikan secara bertahap sesuai arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berdiferensiasi, penguatan karakter, dan pengembangan profil Pelajar Pancasila. Sebelumnya, sekolah ini menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) pada semua jenjang kelas hingga tahun ajaran 2022/2023.
Selain kurikulum nasional, sekolah juga melaksanakan berbagai program penunjang, antara lain:
Program Literasi dan Numerasi
Diintegrasikan dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman baca-tulis siswa.
Merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang menekankan nilai-nilai gotong royong, kebhinekaan, kemandirian, dan kreativitas melalui kegiatan berbasis proyek.
Bimbingan Karier dan Akademik
Dilakukan oleh guru BK untuk membantu siswa menentukan arah studi dan cita-cita setelah lulus.
Beberapa siswa mengikuti pelatihan keterampilan kerja seperti tata boga dan tata rias, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan pihak industri, guna membekali siswa dengan keahlian praktis di luar akademik.
Try Out dan Bimbingan UTBK–SNBT
Diselenggarakan rutin bagi siswa kelas XII untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Ekstrakurikuler
SMA Negeri 1 Paiton memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang untuk mengembangkan minat, bakat, serta karakter peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini mencakup bidang kepemimpinan, keagamaan, seni, olahraga, bahasa, dan keterampilan ilmiah.
Di bidang kepemimpinan dan kedisiplinan, Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik kelas X dan aktif mengikuti kegiatan kepramukaan tingkat gugus depan hingga kabupaten. Selain itu, organisasi siswa seperti OSIS dan MPK berperan dalam menyelenggarakan berbagai program sekolah.
Dalam aspek sosial dan kemanusiaan, siswa dapat mengikuti kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) yang rutin mengadakan pelatihan pertolongan pertama dan aksi donor darah. Untuk pembinaan spiritual, ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis Al-Harakah) menjadi wadah pengembangan keimanan dan akhlak melalui kajian keagamaan, lomba dakwah, dan peringatan hari besar Islam.
Di bidang seni dan budaya, sekolah menyediakan kegiatan tari tradisional, hadrah, paduan suara, serta teater. Beberapa kegiatan tersebut rutin tampil dalam acara peringatan hari besar dan lomba tingkat pelajar. Sementara itu, bidang musik modern juga mendapat ruang melalui kelompok band sekolah dan latihan alat musik.
Untuk pengembangan literasi dan sains, siswa dapat bergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik “Lentera” yang bertugas meliput dan menerbitkan kegiatan sekolah, serta Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang mendorong siswa berinovasi dan meneliti berbagai topik ilmiah untuk dikirimkan ke ajang kompetisi ilmiah.
Ekstrakurikuler bahasa seperti English Club dan Japanese Club juga menjadi pilihan bagi siswa yang tertarik memperdalam keterampilan berbahasa asing melalui kegiatan diskusi, lomba pidato, dan presentasi budaya.
Selain itu, ekstrakurikuler olahraga seperti futsal, bola voli, basket, dan bulu tangkis turut menjadi ajang pengembangan fisik dan sportivitas, serta kerap mengantarkan siswa mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten dan provinsi.
Dengan berbagai pilihan tersebut, kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Paiton menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, sejalan dengan visi pendidikan holistik yang diusung oleh sekolah.[5]