Pascakebakaran bangunan SMA Negeri 12 Padang, Kamis (23/2) malam, proses belajar mengajar (PBM) di sekolah tersebut Jumat kemarin tetap lancar. Namun, tetap diperlukan anggaran darurat untuk memulihkan sekolah tersebut, karena ruangan yang terbakar itu, dinilai cukup vital.Kebakaran menghanguskan sejumlah ruangan, seperti ruangan bimbingan konseling, Osis, tata usaha, labor komputer, ruang majelis guru, dan ruang kepala sekolah. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Beberapa arsip penting di ruang kepala sekolah dan tata usaha ikut hangus dilalap api. Namun, kebakaran tersebut tidak menghanguskan lokal sehingga tidak menghalangi aktivitas belajar mengajar.
“Tidak satu pun kelas terbakar. Jadi siswa tetap bisa belajar seperti biasanya tanpa halangan berarti. Bahkan Senin mendatang kita akan mengadakan simulasi Ujian Nasional (UN),” ujar Kepala SMAN 12 Padang, Herman H. kepada Singgalang, kemarin.
Pengganti ruangan yang terbakar, pihak sekolah memultifungsikan labor bahasa, agar bisa dijadikan ruangan TU, majelis guru dan kepentingan lainnya. Kemarin, tim forensik dari Medan sudah mulai menguji kelayakan sisa bangunan yang terbakar.
“Tim forensik sudah mulai bekerja. Jika kata mereka, gedung masih bisa dibenahi, akan diusulkan ke pemerintah terkait untuk memberikan arahan,” kata Herman.
Terkait arsip-arsip penting, tukuknya, untungnya petugas tata usaha sudah memiliki back up yang aman secara digital. Data-data siswa dan data sekolah dipastikan aman dan bisa diakses. (http://hariansinggalang.co.id/pascakebakaran-sma-12-segera-perbaiki-manfaatkan-dana-darurat/Diarsipkan 2014-11-17 di Wayback Machine.)