SMA Negeri 10 Yogyakarta dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Yogyakarta[3] dan telah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.[4]
Sejarah
Perjalanan SMA Negeri 10 Yogyakarta dimulai pada 1 September 1952 dengan nama SMA ABC Fakultas Pedagogik, yang didirikan oleh Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada. Sejak saat itu, sekolah mengalami serangkaian perubahan nama dan status yang mencerminkan perkembangan kebijakan pendidikan nasional.[5]
Perkembangan Nama dan Status Sekolah
Periode
Nama Sekolah
Keterangan
1952–1965
SMA ABC Fakultas Pedagogik
Didirikan oleh Fakultas Sastra UGM Jurusan Pedagogik.
1965–1969
SMA FIP IKIP Yogyakarta
Menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP Yogyakarta.
1969–1971
SMA Percobaan II IKIP Yogyakarta
Menjadi salah satu dari delapan SMA percobaan di bawah naungan IKIP.
1971–1986
SMA Pembangunan / SMA II IKIP
Melaksanakan Proyek Perintis Sekolah Menengah Pembangunan (PPSP) dan pindah ke lokasi saat ini di Jl. Gadean No. 5 pada tahun 1973.
1987–sekarang
SMA Negeri 10 Yogyakarta
Resmi menjadi sekolah negeri mandiri di bawah Kanwil Depdikbud DIY.
Akademik dan Prestasi
Kurikulum
Sejak tahun ajaran 2022/2023, SMA Negeri 10 Yogyakarta telah menerapkan Kurikulum Merdeka, yang memungkinkan siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai minat tanpa penjurusan IPA/IPS yang kaku. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan mempersiapkan siswa sesuai dengan potensi masing-masing.[6]
Prestasi Siswa
Siswa SMA Negeri 10 Yogyakarta secara konsisten menunjukkan prestasi gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Puluhan siswa setiap tahunnya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi (SNBP).[7]
Lulusan sekolah ini juga berhasil menembus universitas ternama di luar negeri, seperti salah satu lulusan tahun 2024 yang diterima di jurusan Kedokteran Biomedis, Chinese University of Hong Kong.[8]
Kegiatan Kesiswaan
Ekstrakurikuler
Sekolah mewajibkan seluruh siswa baru untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan diri dan pencegahan perilaku negatif.[9] Beberapa kegiatan yang aktif antara lain:
Rohis Ulul Albab: Aktif dalam kegiatan sosial keagamaan seperti berbagi takjil selama bulan Ramadan.[10]
Pramuka: Terlibat dalam kegiatan masyarakat seperti pengamanan posko Nataru dan menyelenggarakan perkemahan yang bekerja sama dengan Korem 072/Pamungkas.[11]
Seni Rupa: Siswa secara rutin menggelar pameran untuk menampilkan karya-karya lukisan mereka.[12]
Bakti Masyarakat
Sekolah secara rutin mengadakan kegiatan bakti masyarakat, seperti yang dilaksanakan di Desa Kepundung, Kulon Progo, untuk melatih kepedulian sosial dan empati siswa.[13]
Kepala Sekolah
Berikut adalah daftar kepala sekolah yang pernah menjabat di SMA Negeri 10 Yogyakarta:[5]
↑"Data Pokok SMA NEGERI 10 YOGYAKARTA". Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Diakses tanggal 27 Juli 2025.