Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
SMA Katolik Santa Agnes[1] merupakan sekolah swasta Katolik yang berlokasi di Jl. Mendut No. 7, Surabaya Timur. Motto SMA Katolik Santa Agnes, Non Scholae Sed Vitae Discimus, melambangkan intisari dari pembelajaran di SMA Katolik Santa Agnes, yakni pembekalan dalam bentuk ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan, agar seluruh murid dapat melayani kehidupan setelah SMA, dengan tujuan dan kebahagiaan yang jelas dan selaras dengan kepribadian masing-masing peserta didik. Sekolah ini dikelola oleh para Suster SSpS (Servae Spiritus Sanctus atau Suster Misi Abdi Roh Kudus) di bawah naungan Yayasan Yoseph Freneindametz.[2]
Non Scholae Sed Vitae Discimus
Seperti dikatakan oleh "Lucius Annaeus Seneca" frasa Latin "Non scholae, sed vitae discimus" mengarahkan fokus pada pembelajaran di sekolah sebagai dasar fundamental untuk kehidupan selanjutnya dari setiap individu. Hal ini menyiratkan pentingnya seseorang yang mengkomunikasikan pengetahuan kepada siswa/mahasiswa dan bagimana tujuan [telos] pendidikan idial. Tema "non scholae, sed vitae discimus "kita belajar bukan untuk sekolah, tapi untuk hidup"_ Seneca 4 SM sampai 65 M.
Manusia berhutang pendidikan adanya secara harfiah. Maka bisa ditafsir Seneca [Penyair dan filsuf Romawi], justru memperanyakan kehidupan seorang guru, bagaimanapun, banyak hal yang perlu diceritakan, diproses, dijawab dan dipertanyakan sampai hari ini
Manusia adalah realitas, manusia adalah abstraksi; bahwa laki-laki tidak dapat diperlakukan sebagai unit dalam operasi aritmatika politik karena mereka berperilaku seperti simbol untuk nol dan tak hingga, yang mengacaukan semua operasi matematika; tujuan membenarkan rata-rata hanya dalam batas-batas yang sangat sempit; bahwa etika bukanlah hasil dari utilitas sosial, dan amal bukanlah sentimen borjuis kecil tetapi kekuatan gravitasi yang menjaga civilization di orbitnya.
Tujuan pendidikan pendidikan umum didasarkan pada pemahaman humanisme sebagai "gerakan intelektual, sastra dan artistik yang komprehensif". Konsep pendidikan dapat digambarkan sebagai "retoris dan ensiklopedis" dapat dijelaskan karena memandu orang "melalui contoh, gambaran, pengalaman hidup dan melalui dialog argumentatif menuju pilihan yang masuk akal dan tindakan bebas. Ada model "dalam kesaksian material, spiritual dan artistik dari zaman kuno yang masih hidup atau telah ditemukan kembali"
Tujuan dari didikan adalah "orang yang kuat, berkembang serba bisa, dirancang dan diwujudkan secara sastra dan artistik dalam standar hidup kelas kepemimpinan". Karena adalah tugas khusus dari para pemimpin untuk mendapatkan wawasan yang semakin jelas ke dalam semua pertanyaan teoretis, untuk semakin membebaskan diri mereka dari pengaruh frasa tradisional yang diwarisi dari konsepsi lama dunia, dan terus-menerus untuk mengingat daya rasionalitas akal budi, menjadi ilmu, harus dikejar sebagai ilmu, yaitu harus dipelajari.
Dalam humanisme, manusia dihargai lebih tinggi, karena gerakan dimulai di tingkat duniawi, di mana ia harus berurusan dengan moralitas, karakter, gaya hidup, dan gaya yang sesuai. Di sini penekanan ditempatkan pada "puisi dan retorika" telah kehilangan arti penting sejak zaman kuno. Oleh karena itu, dalam konsep pendidikan humanisme, "pendidikan dan kehidupan masyarakat" selalu berkorelasi satu sama lain, termasuk humanisme, trivium dan quadrivium oleh penulis Latin seperti Cicero dan Quintilian. Dan sejarah adalah guru kehidupan dan memori umat manusia universal[3].
Nilai-Nilai yang Dihidupi
SMA Katolik Santa Agnes menerapkan pendekatan pendidikan secara holistik dengan nilai-nilai kehidupan yang dihidupi dan dihayati. Berikut merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dari lembaga SMA Katolik Santa Agnes Surabaya:
Beriman
Mengingat SMA Katolik Santa Agnes berada di bawah naungan Yayasan Yoseph Freneindametz dan dikelola oleh para Suster SSpS, tak dapat dipungkiri penjunjungan tingginya nilai beriman yang dikelola dalam sekolah. Penerapan nilai Iman dalam diri siswa-siswi SMA Katolik Santa Agnes dapat dilihat dalam bentuk penerapan Misa Bulanan, kegiatan Katolisitas, doa sebelum pembelajaran, doa Angelus, serta doa pulang. Selain itu, setiap pagi juga dibacakan satu ayat dari Kitab Suci untuk direnungkan dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan poin esensial dalam pembangunan karakter yang baik. Hal itu disadari dan dikelola oleh SMA Katolik Santa Agnes yang menjunjung tinggi nilai kedisiplinannya. Adanya poin pelanggaran peraturan di SMA Katolik Santa Agnes membantu meningkatkan nilai kedisiplinan siswa-siswi agar tergerak untuk disiplin secara peraturan ataupun waktu. Selain itu, ada pula sistem peminjaman kelas dengan peraturan tetap seperti; durasi penggunaan kelas yang ditetapkan, pengecekan kelengkapan seragam setiap pagi, gerbang sekolah mulai ditutup saat bel berbunyi, dan ketika sudah mulai berdoa, gerbang akan ditutup serta siswa-siswi yang datang setelah doa dimulai akan mendapatkan poin pelanggaran. Presensi menggunakan fingerprint juga merupakan salah satu bentuk kedisiplinan di SMA Katolik Santa Agnes.
Kejujuran
Dalam kejujuran melekat kedisiplinan, dan kedisiplinan tanpa kejujuran hanyalah dusta. Di SMA Katolik Santa Agnes, penerapan kejujuran dijunjung tinggi dengan adanya ruang untuk siswa-siswinya berpendapat. Siswa-siswi dipercaya untuk mengemukakan pendapat dengan metode pembelajaran yang membuat keberanian dan kenyamanan akan penyampaian suara siswa-siswi kepada guru-guru, teman sebaya, kalakian masyarakat luar. Selain itu, setiap hari sebelum permulaan pelajaran pertama, dilaksakanakan pengecekan seragam dan siswa-siswi dipercaya untuk jujur jika seragam yang digunakan tidak lengkap sesuai harinya.
Rasa Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan unsur yang melekat dalam diri murid SMA Katolik Santa Agnes. Salah satu contoh dari berlakunya tanggung jawab dalam SMA Katolik Santa Agnes adalah penerapan sistem hukuman dalam bentuk pembersihan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi yang melakukan pelanggaran tertentu.
Hormat Terhadap Satu Sama Lain
SMA Katolik Santa Agnes juga identik akan ragamnya agama, suku, etnis, dan budaya dari warga sekolahnya. Toleransi di SMA Katolik Santa Agnes dihayati dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setiap 5 tahun sekali, SMA Katolik Santa Agnes mengadakan kegiatan lustrum yang merayakan perbedaan dari masing-masing daerah siswa-siswi SMA Katolik Santa Agnes dengan nyanyian, tarian, dan kuliner dari daerah asalnya.
Sejarah SMA Katolik Santa Agnes
Pada tahun 1960/1961 Yayasan Yohanes Gabriel yang merupakan media karya pendidikan para Imam C.M. yang beralamat di Jalan Residen Sudirman No-3 Surabaya, mendirikan SMA Katolik Putri Mater Amabilis, berlokasi di Jalan Teratai No.2B – Surabaya, dengan jumlah murid satu kelas terdiri atas 37 siswa putri. Sekolah ini disahkan Pemerintah sebagai SMA Swasta pada tanggal 1 September 1961.[4]
Pada tahun yang sama para Suster SSpS merasa perlu mendirikan sebuah SMA, namun saat itu tidak boleh ada dua SMA dalam satu Paroki. Maka pada tahun pelajaran 1961/1962, SMA Katolik Putri Mater Amabilis diserahkan pengelolaanya kepada Yayasan Yoseph milik Suster-Suster SSpS yang pada waktu itu telah mempunyai SMP Katolik Putri Santa Agnes di Jalan Mendut 7-Surabaya. Ketika diserahkan kepada Yayasan Yoseph, SMA Katolik Putri Mater Amabilis memiliki 143 siswa kelas X dan XI jurusan Sosial Ekonomi dengan tiga orang guru tetap yakni: Bapak Soekarsono (sebagai Kepala Sekolah), Bapak Valentinus Siswoyo, dan Ibu A.M. Lianti, sedangkan Suster yang menangani sekolah adalah Suster Jolentis, SSpS
Pada tahun 1963 SMA Katolik Putri Mater Amabilis diganti namanya menjadi SMA Katolik Putri Santa Agnes, disesuaikan dengan nama SMP Katolik Putri Santa Agnes milik Yayasan Yoseph yang telah ada terlebih dahulu. Hal ini dikukuhkan dengan Surat Keputusan Perwakilan Departemen Pendidikan & Kebudayaan Daerah Jawa Timur. Dengan demikian secara resmi SMA Katolik Putri Santa Agnes dianggap berdiri pada tahun 1963, dan pada tahun itu juga lokasinya berpindah dari Jalan Teratai No. 2B ke Jalan Mendut 7 Surabaya.
Tahun demi tahun berganti, jumlah siswa terus meningkat, demikian pula sarana dan prasarana sekolah terus menerus ditingkatkan sehingga pada tahun 1970, SMA Katolik Santa Agnes memiliki 13 (tiga belas) kelas.Pada Tahun 1973 SMA Katolik Putri Santa Agnes yang sesuai dengan namanya hanya menerima siswa putri,mulai menerima peserta didik putra, maka nama SMA Katolik Putri Santa Agnes berubah lagi menjadi “SMA Katolik Santa Agnes” tanpa kata “Putri”.
Pada tahun 1984, SMA Katolik Santa Agnes sudah memiliki 18 Kelas, bersamaan dengan itu, SMA Katolik Santa Agnes meningkat statusnya dari “Berbantuan” menjadi “Diakui”. Selanjutnya pada tahun Pelajaran 1991/1992 status sekolah ditingkatkan lagi menjadi “Disamakan”.Berpedoman pada Kurikulum 1994, pada tahun 1996, nama SMA berubah menjadi SMU, maka nama SMA Katolik Santa Agnes berubah menjadi SMU Katolik Santa Agnes.
Pada tahun 1997 ketika diadakan Akreditasi Ulang, SMU Katolik Santa Agnes mempertahankan status “Disamakan”.
Tahun Pelajaran 2004/2005 sesuai peraturan pemerintah, nama SMU dikembalikan menjadi SMA dan tahun itu juga SMA Katolik Santa Agnes mendapatkan Status Akreditasi "A" dan mempertahankannya hingga saat ini.[5]
Pelaksanaan Kurikulum di SMA Katolik Santa Agnes selalu mengikuti perkembangan Kurikulum yang berlaku di Indonesia. Dalam implementasi setiap perkembangan kurikulum termasuk implementasi Kurikulum Merdeka, moto Non Scholae Sed Vitae Discismus yang telah dirumuskan para pendiri SMA Katolik Santa Agnes, selaras dengan spirit Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional. Saat ini SMA Katolik Santa Agnes melaksanakan Kurikulum Merdeka.
Daftar Kepala Sekolah
Dalam perjalanan sejarahnya SMA Katolik Santa Agnes mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan sebagai berikut:
↑"Sejarah SMAK St. Agnes". SMAK Santa Agnes. 2002-04-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-10-23. Diakses tanggal 2024-03-27.
↑"Sekolah Kita". Kemendikbud. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-03-27. Diakses tanggal 2024-03-27.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.