Karier bermain
Lahir di Gorinchem, Brood memulai kariernya di klub sekitar, SVW, dan setelah satu tahun pindah ke sesama klub kota tersebut, GVV Unitas. Pada usia sebelas tahun, dia bergabung dengan akademi Feyenoord, dan masuk ke tim utama sejak 1993. Brood kemudian bermain untuk RBC Roosendaal (1985–1987), FC Den Bosch (1987–1989), Willem II (1989–1990), dan NAC Breda (1990–1998).
Brood berhasil membawa Den Bosch finis di peringkat ke-7 Eredivisie musim 1987–88, yang membuatnya dipanggil ke dalam skuad sementara Kejuaraan Eropa UEFA 1988 asuhan Rinus Michels. Dia tidak masuk ke dalam skuad final, yang kemudian berhasil menjuarai turnamen tersebut.
Karier kepelatihan
Brood bekerja sebagai asisten pelatih tim utama dan kepala pengembangan di NAC Breda (1997–2004). Dia menjalani debut sebagai pelatih kepala di Helmond Sport (2004–05) dan kemudian melatih Heracles Almelo hingga Desember 2007.
Pada 21 Mei 2008, Brood ditunjuk sebagai pelatih kepala RKC Waalwijk.[1] Dia berhasil membawa RKC promosi kembali ke Eredivisie melalui babak play-off setelah absen selama dua tahun. Setelah satu musim di Eredivisie, RKC Waalwijk kembali terdegradasi ke Eerste Divisie. Meskipun begitu, Brood tetap bertahan sebagai pelatih dan berhasil membawa RKC Waalwijk kembali ke Eredivisie hanya dalam satu musim. Pada 6 Mei 2011, promosi langsung dipastikan ketika tim menang 1–2 atas Fortuna Sittard.
Pada 20 Maret 2012, diumumkan bahwa Brood akan menjadi pelatih kepala baru Roda JC mulai musim 2012–13, menggantikan Harm van Veldhoven.[2] Pada 15 Desember 2013, sehari setelah kekalahan 4–3 melawan NEC Nijmegen, Brood diberhentikan dari posisinya.[3]
Pada 3 Juni 2014, Brood menandatangani kontrak satu tahun sebagai pelatih kepala baru NEC Nijmegen, yang baru saja terdegradasi ke Eerste Divisie, menggantikan penerus Anton Janssen.[4] Pada 6 Maret 2015, dia terpilih sebagai Pelatih Terbaik Eerste Divisie periode ketiga. Pada 3 April 2015, dia memastikan gelar juara Eerste Divisie bersama NEC dengan kemenangan 1–0 atas Sparta Rotterdam.[5] Pada 27 Mei 2015, Brood memutuskan kontraknya dengan klub.[6]
Pada 4 Juni 2015, Brood menandatangani kontrak sebagai asisten pelatih di PSV Eindhoven yang saat itu berstatus juara nasional, di mana dia bekerja di bawah pelatih kepala Philip Cocu.[7] Brood bekerja selama tiga musim bersama Chris van der Weerden sebagai tangan kanan Cocu.[8] Meskipun sempat memperpanjang kontraknya pada musim panas 2018, Brood meninggalkan posisinya setelah kepergian Cocu dan Van der Weerden ke Fenerbahçe dan penunjukan Mark van Bommel sebagai pelatih kepala baru, yang menunjuk Reinier Robbemond serta Jurgen Dirkx sebagai asisten pelatih.[9]
Pada 22 Maret 2019, Brood ditunjuk sebagai pelatih kepala baru NAC Breda.[10] Meskipun terdegradasi ke Eerste Divisie, pada musim panas 2019, Brood memperpanjang kontraknya hingga 2021.[11] Namun, pada 31 Desember 2019, dia dipecat oleh NAC karena hasil yang mengecewakan.[12]
Pada 10 November 2020, Brood menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala ADO Den Haag.[13] Pada musim pertamanya, dia tidak mampu untuk memperbaiki performa tim dan pada akhirnya terdegradasi.[14] Dia dipecat pada 28 Februari 2022, meskipun mencatatkan hasil yang cukup baik pada musim 2021–22.[15]
Pada 22 Juni 2023, Brood menandatangani kontrak satu musim sebagai pelatih kepala TOP Oss.[16]
Pada 27 Februari 2025, Brood ditunjuk sebagai pelatih kepala Kozakken Boys yang baru menggantikan Edwin Grunholz.[17]
Pada 5 Februari 2025, Brood diangkat sebagai kepala pengembangan pemain muda di GVV Unitas, di mana dia akan menjabat sebagai pelatih kepala pada pertengahan 2025.[18]