Ayah: Yusuf Roa (tukang batu) Ibu: Nuraini (Ibu rumah tangga)
Ruslan Yusuf atau akrab disapa Ulcok (singkatan dari Ullang Commok) (lahir 13 Juni 1990) adalah seorang wisatawan yang dikenal atau dijuluki sebagai "Manusia Kalkulator" yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Fakta
Nama "Ruslan Yusuf" yang dikenal sebagai nama gaul nya, yaitu "Ullang Commok". Arti nama "Ullang" yang berasal dari nama depannya "Ruslan", sedangkan nama "Commok" berasal dari bahasa Makassar yang berarti "Orang Gemuk" karena badannya sangat gemuk. Pria gemuk memiliki logat Makassar yang khas ini merupakan anak ke-4 dari ke-7 bersaudara (4 saudara perempuan dan 3 saudara laki-laki) dari pasangan Yusuf Roa (Ayahnya yang bekerja sabagai tukang batu) dan Nuraini (Ibunya yang bekerja sebagai Ibu rumah tangga). Pada tahun 1995, Ulcok pandai membaca sebelum masuk sekolah. Ulcok pernah sekolah di SD Negeri Galangan Kapal Makassar hingga kelas III pada sekitar tahun 1998 yang lalu. Walaupun Ulcok makan mesti ada kecap. Sebelum makan, tidur, dan keluar rumah, Ulcok selalu membaca do'a yang dihafal sejak kelas I SD. Meskipun ia memiliki keterbatasan, Ulcok pun mengingat semua nama teman kelasnya di SD, hari, jam, menit, lahir, dan semua hari ulang tahun saudaranya. Ulcok tidak memiliki cita-cita dan tak mau bekerja, "saya hanya mau membahagiakan ibu saya". Ulcok bisa membaca tulisan Latin dengan posisi terbalik, dan jika mendengar bacaaan ayat-ayat Al-Qur'an 3 kali langsung dihafal. Ulcok sering dapat pemberian uang dengan menjawab teka-teki oleh salah satu pelanggan warung kopi. Saat berusia 12 - 15 tahun, Ulcok pernah menjadi "kalkulator" juragan ikan di Pelelangan Ikan Paotere. Pada tahun 2012, Ulcok pernah jadi "guru private" matematika di Jl Reggge, Rappokalling, Tallo, Makassar. Ulcok mengaku takut berbohong, "kalau saya bohong, biasa dipukul orang, uang saya hilang, dan susah dapat uang". Ulcok suka berjalan kaki, tak pandai naik sepeda, lebih suka membonceng motor, dan sering muntah kalau naik mobil. Ibu Ulcok mengaku, sering ada warga yang datang ke rumahnya minta Ulcok memberi jampi-jampi ke botolair minum. Sekitar tahun 2012 yang lalu, Ulcok pernah diuji oleh guru matematika dari SMA 17 Makassar dan SMP Katolik Cendrawasih. Saat duduk di bangku kelas II SD, Ulcok biasa dibayar oleh teman-teman kelasnya, untuk kerjakan ulangan dan PR (Pekerjaan Rumah) matematikan di WC sekolah. Ulcok pernah diusir sama satpamSMPN 22 Makassar karena Ulcok mengerjakan tugas metematika dari salah satu murid sekolahnya. Ulcok memiliki koleksi sekitar 120 batu akik, "semuanya pemberian".[1]