Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Rumpun bahasa Nilo-Sahara adalah sekelompok kekerabatan bahasa-bahasa di benua Afrika yang diusulkan. Jumlah penutur rumpun bahasa ini sebanyak 50–60 juta jiwa, terutama di bagian hulu sungai Chari dan Nil, termasuk daerah Nubia yang bersejarah, di utara tempat dua anak sungai Nil bertemu. Bahasa tersebut tersebar di 17 negara di bagian utara Afrika: dari Aljazair hingga ke Benin di barat; dari Libya hingga ke Republik Demokratik Kongo di tengah; dan dari Mesir ke Tanzania di timur.
Seperti yang ditunjukkan oleh namanya yang ditulis dengan tanda penghubung, Nilo-Sahara adalah rumpun bahasa yang sepenuhnya di Afrika, termasuk Cekungan Nil yang lebih besar dan Gurun Sahara bagian tengah. Delapan dari cabang utama yang diusulkan (tidak termasuk Kunama, Kuliak, dan Songhay) ditemukan di negara-negara modern Sudan dan Sudan Selatan, di mana Sungai Nil mengalir.
Dalam buku berjudul The Languages of Africa (1963), Joseph Greenberg menamai Nilo-Sahara dan berpendapat bahwa kelompok itu adalah rumpun bahasa yang berkerabat mapan. Rumpun bahasa ini berisi bahasa-bahasa yang tidak termasuk dalam kelompok Niger–Kongo, Afroasia, ataupun Khoisan. Meskipun beberapa ahli bahasa menyebut filum itu sebagai "Takson keranjang sampah Greenberg", di mana dia menempatkan semua bahasa non-decak di Afrika yang tidak berkerabat,[1][2] ahli bahasa di sub-bidang tersebut telah menerima usulan penggolongan oleh Greenberg.[3] Pendukungnya menerima bahwa rumpun bahasa ini adalah usulan yang menantang untuk digagas tetapi berpendapat bahwa rumpun bahasa ini terlihat lebih menjanjikan jika semakin banyak penelitian yang dilakukan.[4][5][6]
Beberapa cabang-cabang utama Nilo-Sahara diperkirakan mendahului revolusi neolitikum Afrika. Dengan demikian, kesatuan cabang Sudan Timur diperkirakan setidaknya berasal dari milenium ke-5 SM.[7] Kekerabatan bahasa dalam Nilo-Sahara masih jauh lebih tua dan berasal dari bagian akhir dari Paleolitikum Akhir.
Namun, sistem penggolongan yang lebih besar dari rumpun bahasa ini tidak diterima oleh semua ahli bahasa. Sebagai contoh, Glottolog (2013), berdasarkan terbitan penelitian Institut Max Planck di Jerman, tidak mengakui kesatuan rumpun bahasa Nilo-Sahara atau bahkan cabang Sudan Timur; Georgiy Starostin (2016) juga tidak menerima hubungan antara cabang-cabang Nilo-Sahara, meskipun dia membuka kemungkinan bahwa beberapa dari cabang itu mungkin terbukti berhubungan satu sama lain setelah penelitian rekonstruksibahasa induk yang diperlukan selesai. Menurut Güldemann (2018), "keadaan penelitian saat ini tidak cukup untuk membuktikan hipotesis Nilo-Sahara".[8]
Ciri
Penyusun rumpun bahasa Nilo-Sahara cukup beragam. Salah satu ciri khasnya adalah sistem bilangan tripartittunggal–kolektif–jamak yang menurut Blench (2010) adalah hasil dari sistem penggolongan kata benda dalam bahasa induk. Distribusi keluarga mungkin mencerminkan aliran air kuno di Sahara yang masih subur selama periode lembab Afrika, ketika gurun lebih layak huni ketimbang sekarang.[9]
Cabang
Dalam cabang-cabang rumpun bahasa Nilo-Sahara terdapat sejumlah bahasa dengan setidaknya satu juta jiwa penutur (sebagian besar data dari Ethnologue 16 (2009) oleh SIL International). Dalam urutan menurun:
Luo (Dholuo, 4,4 juta). Bahasa Dholuo dituturkan oleh Suku Luo di Kenya dan Tanzania, suku bangsa terbesar ketiga di Kenya setelah suku Agĩkũyũ dan Luhya penutur Niger–Kongo (istilah "Luo" juga digunakan untuk kelompok bahasa yang lebih luas yang mencakup Dholuo).
Kanuri (4 juta, semua dialek; 4,7 juta jika Kanembu dimasukkan). Suku utama di sekitar Danau Chad.
Nubia (1,7 juta, semua dialek). Bahasa di Nubia, meluas hari ini dari Mesir bagian selatan ke Sudan bagian utara. Banyak orang Nubia juga bermigrasi ke utara hingga ke Kairo sejak pembangunan Bendungan Aswan.
Maasai (1 juta). Dituturkan oleh suku Maasai di Kenya dan Tanzania, salah satu suku Afrika paling dikenal di luar Afrika.[10]
Ngambay (1 juta dengan Laka). Sebuah bahasa Sudan Tengah, dan bahasa utama di Chad.
Beberapa bahasa Nilo-Sahara utama lainnya di bawah 1 juta jiwa penutur:
Fur (500.000 jiwa pada tahun 1983, kini lebih banyak), di Provinsi Darfur di Sudan bagian barat.
Tebu (350.000 hingga 400.000 jiwa), Salah satu bahasa Nilo-Sahara paling utara, membentang dari Nigeria, Niger, dan Chad hingga ke Libya. Kebanyakan penutur bahasa Tubu tinggal di Chad bagian utara dekat Pegunungan Tibesti. Tubu memiliki dua ragam utama: Daza dan Teda.
Jumlah semua penutur bahasa Nilo-Sahara menurut Ethnologue versi 16 adalah sebanyak 38–39 juta jiwa. Namun, Namun, rentang data berkisar dari k. 1980 hingga 2005, dengan median tertimbang di k. 1990. Mengingat tingkat pertumbuhan penduduk, angka pada tahun 2010 mungkin setengah lagi lebih tinggi, atau sekitar 60 juta.
↑Clark, John Desmond (1984). From Hunters to Farmers: The Causes and Consequences of Food Production in Africa. University of California Press. hlm.31. ISBN0-520-04574-2.
↑Güldemann, Tom (2018). "Historical linguistics and genealogical language classification in Africa". Dalam Güldemann, Tom (ed.). The Languages and Linguistics of Africa. The World of Linguistics series. Vol.11. Berlin: De Gruyter Mouton. hlm.299–308. doi:10.1515/9783110421668-002. ISBN978-3-11-042606-9. S2CID133888593.
Dimmendaal, Gerrit J. (2008-09-01). "Language Ecology and Linguistic Diversity on the African Continent". Language and Linguistics Compass. 2 (5): 840–858. doi:10.1111/j.1749-818x.2008.00085.x. ISSN1749-818X.
Joseph Greenberg (1970). Ditulis oleh International Journal of American Linguistics 29.1. The languages of Africa. Bloomington: Indiana University. ISBN0-87750-115-7. OCLC795772769. Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
Pertti Mikkola, 1999. "Nilo-Saharan revisited: some observations concerning the best etymologies". Nordic Journal of African Studies, 8(2):108–138.
Tentang penggolongan luar
Roger Blench, 2011. "Can Sino-Tibetan and Austroasiatic help us understand the evolution of Niger-Congo noun classes?",Diarsipkan 2013-05-18 di Wayback Machine. CALL 41, Leiden
Gregersen, Edgar (1972). "Kongo-Saharan". Journal of African Languages. 11 (1): 69–89.