Ada beberapa hipotesis bahwa rumpun bahasa ini (atau bahasa Proto-Hurri-Urartu) dituturkan di Peradaban Kura-Araz.[1][2][3][4]
Penggolongan
Sementara hubungan antara bahasa Hurri dan Urartu tidak terbantahkan, hubungan yang lebih luas dari Hurri-Urartu ke rumpun bahasa lain masih diperdebatkan.[5] Setelah penguraian prasasti dan naskah kuno bangsa Hurri dan Urartu pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, rumpun bahasa itu sama sekali tidak terkait dengan rumpun bahasa Semit maupun dengan Indo-Eropa, dan hingga saat ini, mayoritas para ahli bahasa menyatakan bahwa Hurri-Urartu adalah rumpun bahasa utama yang tidak berhubungan dengan rumpun bahasa lainnya.[6][7][8]
Awalnya terdapat beberapa usulan bahwa rumpun ini berhubungan dengan rumpun bahasa Kartvelia, Elam, ataupun rumpun non-Semitik maupun non-Indo-Eropa.
Igor Diakonoff dan Sergei Starostin berpendapat bahwa Hurri-Urartu dapat dimasukkan sebagai cabang dari rumpun bahasa Kaukasus Timur Laut, yang pernah disebut sebagai Alarodioi oleh Diakonoff.[9][10][11] Beberapa peneliti berpendapat bahwa hubungan tersebut mungkin benar.[12][13] Sebaliknya, cendekiawan lain, meragukan bahwa rumpun tersebut saling terkait,[8][14] dan tidak memiliki bukti apapun.[15][16] Kallio berpendapat bahwa masalah tersebut terhalang oleh kurangnya kesepakatan tentang cara merekonstruksi bahasa Proto-Kaukasia-Timur Laut, tetapi Alarodioi adalah salah satu usulan yang paling menjanjikan untuk hubungan dengan Kaukasia Timur Laut, daripada Kaukasus Barat Laut atau rumpun bahasa lainnya.[17]
↑John A. C. Greppin and I. M. Diakonoff. Some Effects of the Hurro-Urartian People and Their Languages upon the Earliest Armenians.(1991) pp. 720-730.
↑Charles Burney. Historical Dictionary of the Hittites. (2004) pp. 129.
↑Marilyn Kelly- Buccellati. Andirons at Urkesh: New Evidence for the Hurrian Identity of the Early Trans-Caucasian Culture. (2004)
↑Alexei Kassian. Lexical Matches between Sumerian and Hurro-Urartian: Possible Historical Scenarios. (2014)
↑Wilhelm, Gernot (2008). "Hurrian". Dalam Woodard, Roger D. (ed.). The Ancient Languages of Asia Minor. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.81–104.
↑Speiser, E. A. (1941). Introduction to Hurrian. The Annual of the American Schools of Oriental Research. Vol.20. New Haven: The American Schools of Oriental Research.
↑Laroche, Emmanuel (1980). Glossaire de la langue Hourrite. Revue hittite et asianique (dalam bahasa Prancis). Vol.34/35. Paris: Éditions Klincksieck.
↑Kallio, Petri. "XXI. Beyond Indo-European". Dalam Klein, Jared; Joseph, Brian; Fritz, Matthew (ed.). Handbook of Comparative and Historical Indo-European Linguistics. De Gruyter Mouton. hlm.2285–2286.
↑Schneider, Thomas (2003). "Kassitisch und Hurro-Urartäisch. Ein Diskussionsbeitrag zu möglichen lexikalischen Isoglossen". Altorientalische Forschungen (dalam bahasa Jerman) (30): 372–381.
↑Kassian, Alexei. 2010. Hurro-Urartian from the lexicostatistical viewpoint. In Manfried Dietrich and Oswald Loretz (eds.), Ugarit-Forschungen: Internationales Jahrbuch für die Altertumskunde Syrien-Palästinas, 383-452. Münster: Ugarit.
Daftar pustaka
Fournet, Arnaud. 2013. "Eléments De Morphologie Et De Syntaxe De La Langue Hourrite. Destinés à l’étude Des Textes Mittaniens Et Anatolo-Hittites". In: Bulletin De l’Académie Belge Pour l’Étude Des Langues Anciennes Et Orientales 2 (avril), pp.3–52. https://doi.org/10.14428/babelao.vol2.2013.19843.
Khachikyan, Margarit (2019). "Towards the Reconstruction of the Hurro-Urartian Protolanguage." In: Over the Mountains and Far Away: Studies in Near Eastern History and Archaeology Presented to Mirjo Salvini on the Occasion of His 80th Birthday, edited by Avetisyan Pavel S., Dan Roberto, and Grekyan Yervand H. Summertown: Archaeopress. 304-06.DOI:10.2307/j.ctvndv9f0.37.