Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Istilah "Bantoid" pertama kali digunakan oleh Krause pada 1895 untuk bahasa-bahasa yang menunjukkan kemiripan kosakata dengan Bantu. Joseph Greenberg, dalam The Languages of Africa tahun 1963, mendefinisikan Bantoid sebagai kelompok yang memasukkan Bantu bersama kerabat terdekatnya; ini adalah pengertian yang masih digunakan sampai saat ini.
Namun, menurut Roger Blench, rumpun bahasa Bantoid mungkin saja tidak membentuk sebuah kelompok yang saling berkaitan.[4]
Klasifikasi internal
Usulan yang membagi Bantoid menjadi Bantoid Utara dan Bantoid Selatan diperkenalkan oleh Williamson.[5][6] Dalam usulan ini, rumpun bahasa Mambiloid dan Dakoid (dan kemudian Tikar) dikelompokkan bersama sebagai Bantoid Utara, sedangkan Bantoid lainnya termasuk dalam Bantoid Selatan; Ethnologue menggunakan klasifikasi ini.
Kesatuan filogenetis kelompok Bantoid Utara terkadang patut dipertanyakan, dan rumpun bahasa Dakoid sekarang sering ditempatkan di luar Bantoid.[butuh rujukan] Namun penelitian tersebut berhasil menetapkan Bantoid Selatan sebagai kesatuan genetik yang valid. Bantoid Selatan juga mencakup rumpun bahasa Bantu yang terkenal.[7]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bantoid". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Williamson, Kay (1989) 'Niger–Congo Overview'. In: The Niger–Congo languages, ed. by John Bendor-Samuel, 3–45. University Press of America.
↑Blench, Roger [1987] 'A new classification of Bantoid languages.' Unpublished paper presented at 17th Colloquium on African Languages and Linguistics, Leiden.
↑Williamson, Kay & Blench, Roger (2000) 'Niger–Congo', in Heine, Bernd and Nurse, Derek (eds) African Languages – An Introduction. Cambridge: Cambridge University press, pp.11–42.