Rumah Betang Lunsa Hilir atau Betang Lunsa Hilir adalah rumah adat masyarakat Dayak Taman yang terletak di Dusun Danum Doro, Desa Urang Unsa, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bangunan ini merupakan salah satu rumah betang yang masih berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten/kota.[1]
Sejarah
Rumah Betang Lunsa Hilir disebut didirikan sekitar tahun 1942 dan menjadi tempat tinggal masyarakat Sub Suku Dayak Taman secara turun-temurun.[2][3] Dalam tradisi masyarakat Dayak Taman, rumah betang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang sosial yang merepresentasikan kehidupan komunal masyarakat.
Bangunan ini pernah mengalami beberapa kali perbaikan. Salah satu perubahan penting adalah pemindahan arah beranda atau Ta’soo yang semula menghadap ke sungai menjadi menghadap ke jalan raya. Perubahan tersebut disebut berkaitan dengan perkembangan akses permukiman, sementara sungai tetap memiliki makna penting bagi masyarakat Dayak Taman.[3]
Status cagar budaya
Betang Lunsa Hilir tercatat sebagai bangunan cagar budaya dengan peringkat kabupaten/kota. Berdasarkan data Referensi Budaya Kita, bangunan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 212 Tahun 2012 tertanggal 21 Juni 2012.[1] Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu juga memasukkan Rumah Betang Lunsa Hilir sebagai salah satu situs cagar budaya yang dimonitor bersama Rumah Betang Melapi Patamuan.[2]
Dalam kajian pemetaan wisata cagar budaya di Kabupaten Kapuas Hulu, Rumah Betang Lunsa Hilir disebut sebagai objek wisata cagar budaya peninggalan masyarakat Suku Dayak Taman. Kajian tersebut menempatkan rumah betang sebagai bagian dari potensi wisata budaya yang memerlukan dukungan informasi dan aksesibilitas.[4]
Rehabilitasi
Pada tahun 2023, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan rehabilitasi Rumah Betang Lunsa Hilir sebagai bagian dari pelestarian bangunan cagar budaya. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau langsung pekerjaan renovasi rumah betang tersebut pada September 2023.[5]
Kementerian PUPR menyebut bangunan ini memiliki sekitar 30 pintu atau bilik. Lingkup pekerjaan rehabilitasi meliputi bangunan utama rumah betang, bangunan servis, tempat pembuangan sampah dan perkerasan jalan, dapur komunal, penataan kawasan, serta pekerjaan mekanikal elektrikal.[3] Rehabilitasi tersebut menggunakan pembiayaan APBN tahun 2023 dan ditujukan untuk mendukung pelestarian bangunan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang tinggal di rumah betang.[5][6]
Fungsi sosial dan wisata
Selain sebagai tempat tinggal, Rumah Betang Lunsa Hilir juga dipandang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak Taman di Kapuas Hulu. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan bahwa rehabilitasi rumah betang tetap mengedepankan kearifan lokal dan diarahkan agar bangunan ini dapat menjadi objek wisata yang mendukung ekonomi masyarakat sekitar.[7]
Referensi
12"Betang Lunsa Hilir". Referensi Data Budaya Kita, Kemendikdasmen. Diakses tanggal 24 Juni 2026.