Rubin Adi Abraham ((1964-06-14)14 Juni 1964) adalah seorang pendeta Kristen asal Indonesia yang menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Bethel Indonesia periode 2023-2027.[1]
Kehidupan Pribadi
Pendeta Rubin Adi Abraham adalah seorang pendeta berdarah Jawa yang lahir di Surabaya serta besar di sana. Rubin tinggal di Bandung bersama istrinya Lenawati Tanudjaja dan ketiga putri mereka yakni Jessica, Jovita dan Joy.[2]
Rubin adalah anak dari pendeta senior yakni, Julius Ishak Abraham yang merupakan salah satu tokoh penting dalam Gereja Bethel Indonesia.[3]
Pendidikan
Pendeta Rubin menempuh pendidikansarjana pertamanya Seminari Bethel Petamburan Jakarta, Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Kemudian ia mengambil S2 di Institut Alkitab Tiranus - Bandung dan meraih gelar Master dalam Bidang Konseling.[4] Setelah itu dia menempuh pendidikan S3 sebanyak dua kali di STTII - Yogyakarta dan berhasil meraih dua kali gelar Doktor yakni, Doctor Of Ministry yang terkonsentrasi pada bidang Pastoral Leadership dan juga Doctor of Theology dalam bidang Misi.[5]
Pelayanan
Rubin mengawali pelayanannya sebagai pendeta saat berusia 16 tahun.[6] Ia mengawali pelayanannya dengan menggembalai sebuah gereja kecil bernama GBI Jemaat Bandung yang sekarang telah menjadi gereja besar. Selain itu, Rubin juga menggembalai beberapa gereja cabang di Jakarta.
Pada tahun 2019, dilakukan sebuah Sidang Majelis Pekerja Lengkap Gereja Bethel Indonesia (MPL-GBI) untuk memilih ketua sinode Gereja Bethel Indonesia periode 2019-2023. Rubin maju sebagai salah seorang kandidat dan bersaing dengan satu rekannya yakni Pdt. Japarlin Marbun yang saat itu menjabat sebagai petahana. Rubin memenangkan suara dalam pemilihan tersebut dengan memperoleh 89 suara dari 129 pemilih.[7]
Pada tahun 2023, diadakan kembali Sidang Majelis Pekerja Lengkap Gereja Bethel Indonesia (MPL-GBI) untuk memilih ketua sinode baru karena periode kepemimpinan Rubin telah berakhir. Rubin kembali maju dalam pemilihan tersebut dan bersaing dengan tiga rekannya yakni, Pdt Yosia Abdi Saputra, Pdt. F. Irwan Widjaja, dan Pdt. Jossie Mesakh. Pendeta Rubin kembali terpilih pada pemilihan tersebut dikarenakan ketiga calon lawannya menyatakan mundur dari pemilihan, dan dengan demikian Rubin kembali mengetuai Sinode Gereja Bethel Indonesia periode 2023-2027.[8]