Roy Marcus Cohn (/koʊn/KOHN; 20 Februari 1927 – 2 Agustus 1986) adalah seorang pengacara dan jaksa Amerika. Ia pertama kali mendapatkan ketenaran sebagai jaksa penuntut Julius dan Ethel Rosenberg dalam persidangan mereka (1952–53) dan sebagai penasihat utama Senator Joseph McCarthy selama sidang Army–McCarthy pada tahun 1954. Cohn telah membantu investigasi McCarthy terhadap tersangka komunis. Pada tahun 1970-an dan sepanjang tahun 1980-an, ia menjadi seorang fixer hukum dan politik terkemuka di New York City.[2][3] Ia mewakili dan membimbing Donald Trump selama awal karier bisnis Trump.[4]
Cohn lahir di Bronx di New York City dan dididik di Columbia University. Ia menjadi terkenal sebagai jaksa Departemen Kehakiman AS dalam persidangan mata-mata Julius dan Ethel Rosenberg, di mana ia berhasil mengadili keluarga Rosenberg, yang menyebabkan mereka didakwa dan dieksekusi pada tahun 1953. Setelah menjabat sebagai penasihat hukum utama penuntut umum selama persidangan McCarthy, reputasinya memburuk pada akhir tahun 1950-an hingga akhir tahun 1970-an ketika ia menetap di New York City dan menjadi pengacara swasta bagi banyak klien, termasuk raja real estate, pelaku politik, pemuka Katolik dan kejahatan terorganisasi.
Pada tahun 1986, Cohn dicabut izin praktiknya oleh Divisi Banding Mahkamah Agung Negara Bagian New York atas tindakan tidak etis setelah berupaya menipu klien yang sekarat dengan memaksanya menandatangani amendemen surat wasiat yang mewariskan kekayaannya kepada Cohn.[5] Cohn meninggal lima minggu kemudian akibat komplikasi yang berhubungan dengan AIDS, setelah dengan keras menyangkal bahwa dirinya positif mengidap HIV.[6] Cohn telah menjadi subjek banyak penggambaran media sebelum dan setelah kematiannya.
Kehidupan awal, pendidikan, dan karier
Roy Marcus Cohn, lahir di Kota New York pada 20 Februari 1927, adalah anak tunggal dari Dora Marcus dan Albert Cohn, dan dibesarkan di sebuah apartemen di Park Avenue. Ayahnya merupakan seorang hakim di Divisi Banding Mahkamah Agung Negara Bagian New York,[7] dan memiliki koneksi bagus dalam Partai Demokrat.[8] Dia merupakan cucu-keponakan dari Joshua Lionel Cowen, seorang insinyur listrik yang autodidak dan perintis kereta model listrik mainan.[9]
Dia mengecap pendidikan terbaik di Manhattan, dengan bersekolah di Fieldston Lower School dan kemudian di Horace Mann. Setelah lulus dari sekolah menengah atas, melanjutkan pendidikan ke Columbia College dan Columbia Law School, menyelesaikan keduanya sebelum ulang tahunnya yang ke-21.[8] Dia harus menunggu sampai berusia 21 tahun untuk diterima masuk dalam institusi profesi pengacara, dan dia menggunakan koneksi politiknya untuk menjadi staf Kejaksaan Amerika Serikat di Manhattan.[7] Cohn memainkan peran penting dalam persidangan New York terhadap sebelas pemimpin komunis, dalam kasus William Remington, dan dalam penuntutan hukum terhadap Julius dan Ethel Rosenberg.[7][8]
Persidangan Rosenberg
Cohn memulai kariernya sebagai jaksa federal, dan kinerjanya dalam persidangan spionase terhadap Julius dan Ethel Rosenberg tahun 1951 membuatnya memperoleh reputasi. Menurut David Greenglass, Cohn menekannya untuk bersaksi melawan saudara perempuannya Ethel. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2003, Greenglass mengakui bahwa dia berbohong di mimbar sidang. Dia bersaksi Ethel mengetik nota yang dikirim ke Uni Soviet, tetapi sebenarnya tidak. Dia juga mengatakan bahwa Cohn adalah orang yang mendesaknya untuk memberatkan Ethel, yang akhirnya dieksekusi karena kesaksian Greenglass tersebut.[10] Pada 19 Juni 1953, Julius dan Ethel Rosenberg, yang dihukum karena berkonspirasi menyerahkan rahasia atom Amerika Serikat kepada Soviet, dieksekusi mati dengan kursi listrik di Penjara Sing Sing, Ossining, New York.[11]
Bekerja dengan Joseph McCarthy
Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) J. Edgar Hoover, karena terkesan dengan performansi Cohn dalam persidangan Julius dan Ethel Rosenberg, merekomendasikan agar Cohn dipekerjakan sebagai penasihat utama untuk Subkomite Permanen Senat untuk Investigasi. Joseph McCarthy, yang memimpin panel tersebut, pada Januari 1953 mempekerjakan Cohn yang kala itu berusia 24 tahun. Cohn adalah tokoh utama yang membantu Joseph McCarthy dalam interogasi dan investigasi terhadap orang-orang yang diduga komunis pada masa Ketakutan Merah era Perang Dingin.[12]
Senator Joseph McCarthy (kiri) mengobrol dengan Cohn pada sidang dengar pendapat US Army-McCarthy
Pada 9 Februari 1950, McCarthy menyampaikan pidatonya yang terkenal sekarang bahwa dia mengklaim memiliki daftar 205 orang Komunis yang dikenal, yang bekerja di Departemen Luar Negeri.[13] Pada tahun 1950-an seiring dengan kampanye antikomunis yang dikenal sebagai McCarthyisme, timbul pula Ketakutan Lavender dengan para gay dan lesbian sering dianggap "kawan seperjalanan" komunis, dan McCarthy juga menuduh bahwa tidak hanya pemerintah telah disusupi oleh kaum homoseksual, tetapi mereka memiliki ancaman yang sama besarnya terhadap keamanan nasional karena gay dan lesbian dapat diperas hingga membocorkan rahasia negara. Bersama-sama, McCarthy dan Cohn bertanggung jawab atas pemecatan sejumlah pria dan wanita gay dari pekerjaan pemerintahan dan mengintimidasi banyak lawannya hingga bungkam menggunakan desas-desus tentang homoseksualitas mereka.[14]
Bibliografi
Cohn, Roy (1954). Only a Miracle Can Save America from the Red Conspiracy. Wanderer Printing Co.
Cohn, Roy (1968). McCarthy. New American Library.
Cohn, Roy (1972). A Fool for a Client: My Struggle Against the Power of a Public Prosecutor. Dell Publishing. ISBN978-0-440-02667-9.
↑"Cohn Ko'D". Time. July 7, 1986. Diarsipkan dari asli tanggal September 30, 2007. Diakses tanggal March 15, 2008. One hospital attendant testified in a Florida court that Cohn 'tried to take (Rosenstiel's) hand for him to sign' the codicil to his will. The lawyer eventually emerged with a document bearing what the New York judges described as 'a number of "squiggly" lines which in no way resemble any letters of the alphabet.'
Cohn, Roy Marcus (1969). Interviewed by Herbert S. Parmet (ed.). Reminiscences of Roy Marcus Cohn: Oral History, 1969. New York, New York: Columbia University Libraries. hlm.15.