Roti jagung adalah roti cepat saji yang dibuat dari tepung jagung, terkait dengan masakan Amerika Selatan, dan berasal dari masakan penduduk asli Amerika. Roti ini merupakan salah satu contoh roti adonan cair. Pangsit dan pancake yang dibuat dari tepung jagung halus menjadi makanan pokok suku Hopi di Arizona.[1] Suku Hidatsa di Barat Tengah Atas menyebut roti jagung panggang ini sebagai naktsi, sedangkan suku Choctaw di tenggara menyebutnya bvnaha.[2] Suku Cherokee dan Seneca memperkaya adonan dasar dengan menambahkan kastanye, biji bunga matahari, apel, atau buah beri, dan kadang mengombinasikannya dengan kacang atau kentang.[3] Versi modern roti jagung biasanya menggunakan puder kue sebagai bahan pengembang.[4]
Sejarah
Penduduk asli Amerika mulai menggunakan jagung (maize) dan tepung jagung sebagai makanan ribuan tahun[5] sebelum kedatangan orang Eropa di Dunia Baru.[6] Jagung pertama kali didomestikasi di Meksiko sekitar enam ribu tahun yang lalu, dan diperkenalkan ke wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat antara tiga ribu hingga seribu tahun yang lalu.[7] Para juru masak pribumi mengembangkan berbagai resep berbahan jagung, termasuk roti jagung, yang kemudian diadopsi oleh pemukim Eropa dan budak—terutama di koloni Selatan.
Meskipun jagung pertama kali dibudidayakan oleh penduduk asli Amerika, tanaman ini diperkenalkan ke Afrika Barat oleh pedagang Eropa tak lama setelah kontak melalui perdagangan budak Atlantik, dan dengan cepat menjadi makanan pokok dalam masakan Afrika.[7] Hidangan roti jagung seperti kush di wilayah Senegambia dan Sahel mencerminkan perpindahan budaya dan kuliner yang terjadi melintasi Samudra Atlantik.[8] Roti jagung kemudian menjadi bagian penting dari masakan di Amerika Serikat Tenggara, serta hadir dalam hidangan orang Afrika-Amerika, Eropa-Amerika, dan penduduk asli.[9]
Pada tahap awal perkembangannya di koloni Amerika, roti jagung berupa campuran sederhana tepung jagung dan air yang diaduk lalu dipanggang di atas api terbuka atau di tungku.[10] Pada masa itu, peran roti jagung dalam masakan Selatan muncul karena kebutuhan. Sementara petani di Timur Laut dan Midwest dapat menanam gandum dan rye, panas dan kelembapan di Selatan membuat gandum Eropa mudah rusak dan tengik.[11]
↑Wilson, C. R. (2007). "Cornbread". In J. T. Edge (ed.), The New Encyclopedia of Southern Culture: Vol. 7: Foodways (pp. 152–154). The University of North Carolina Press.
↑Teosinte was known in Rio Balsas (Mexico) valley from 9000 BP and was introduced in what is now the United States by the Anasazis circa 1000 AD
↑"Corn Bread". Indians.org. Diakses tanggal May 14, 2012.