Rosa nutkana, yang dikenal sebagai mawar berbulu atau mawar liar, adalah semak abadi dari keluarga Rosaceae yang tumbuh setinggi 0,6–3 meter.[3]
Nama spesies nutkana diambil dari Nootka Sound di Pulau Vancouver, tempat tanaman ini pertama kali dideskripsikan. Tanaman ini berasal dari wilayah barat Amerika Utara dan terdiri dari dua varietas utama: varietas hispida, yang tumbuh di Intermountain West dari timur Pegunungan Cascade hingga Pegunungan Rocky, dan varietas nutkana, yang tumbuh di daerah pesisir dari Alaska hingga California barat dan Pegunungan Cascades. Menurut Jepson Interchange (Flora of California), varietas lainnya juga dianggap sebagai bagian dari varietas nutkana.[4][5][6]
Deskripsi
Rosa nutkana dapat tumbuh hingga tiga meter dan sering membentuk semak yang lebat. Daunnya terdiri dari selebaran hijau muda yang tersusun berpasangan, dengan tepi bergigi, serta dilengkapi duri tajam di pangkal batang. Duri lurus biasanya muncul berpasangan di setiap simpul batang. Bunga berukuran 5–8 cm biasanya muncul secara tunggal, meskipun kadang dapat muncul berkelompok 2–3 bunga. Mekar terjadi pada awal musim panas, menghasilkan bunga yang beraroma harum dan cukup kuat. Sepal bunga panjangnya melebihi kelopak dan menyempit di bagian tengah. Buahnya, yang disebut pinggul mawar Nootka, memiliki rasa agak pahit tetapi tetap bisa dimakan. Pemanasan atau perebusan buah dapat mengurangi kepahitannya dan membuatnya lebih lezat. Hanya kulit buah yang aman dikonsumsi, karena bijinya dapat menyebabkan iritasi jika tertelan.[7]
Ekologi
Rosa nutkana tumbuh di berbagai jenis habitat, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian menengah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh tetapi tetap dapat menolerir area yang teduh, sehingga sering ditemukan di tepi hutan. Ia dapat tumbuh di tanah riparian yang lembap maupun di tanah glasial yang kering, serta muncul di pagar, padang rumput, lahan semak basah, hutan, dan padang rumput terbuka. Semak ini juga menyediakan habitat dan sumber makanan bagi burung serta satwa liar kecil, sementara rusa memakan bunga, batang muda, dan buah pinggulnya.[7][8]
Selain fungsi ekologisnya, R. nutkana digunakan dalam proyek restorasi lahan basah dan lanskap tanaman asli. Tanaman ini menjadi inang bagi tawon pembuat empedu dari keluarga Cynipidae, genus Diplolepis. Dua spesies penting adalah D. polita, yang menghasilkan empedu berbulu berwarna merah atau hijau bulat pada daun, dan D. rosae, yang membentuk empedu besar, berlumut, berbulu, berwarna hijau atau kekuningan pada batang, dikenal sebagai empedu mawar berlumut.[9][10]