Wyatt sedang bekerja menjadi seorang perawat-anestesi di sebuah rumah sakit di Madison, Tennessee,[1] ketika pada tahun 1960, pada usia 27 tahun, ia melihat sebuah foto pada majalah Life mengenai situs Durupinar, yang memiliki bentuk seperti sebuah kapal pada lereng sebuah gunung dekat Gunung Ararat. Perdebatan di kalangan orang Kristen apakah tempat ini merupakan bekas Bahtera Nuh, menyebabkan Wyatt mulai melakukan penelitian sebagai seorang arkeolog amatir. Sejak tahun 1977 sampai matinya tahun 1999 ia telah pergi lebih dari 100 kali ke Timur Tengah, dan fokusnya meluas mencakup sejumlah rujukan dari bagian Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru di AlkitabKristen.
Penemuan
Sampai matinya pada tanggal 4 Agustus 1999, penemuan-penemuannya meliputi:
Tempat penguburan abu jenazah di lepas pantai Ashkelon[12]
Penerimaan
Wyatt mendapatkan banyak pengikut dari sejumlah kelompok Kristenfundamentalis. Di sisi lain, ia tidak dianggap dapat dipercaya oleh para pakar Alkitab maupun arkeolog profesional.[13][14]
Organisasi resmi yang mempromosikan penemuan-penemuan Wyatt "Wyatt Archaeological Research" (WAR), mengklaim bahwa WAR terlibat dalam ekskavasi yang didukung oleh Dinas Arkeologi Israel (IAA) pada penggalian yang dibiayai separuhnya oleh mereka pada tahun 2005.[15]
Setelah kematiannya, terjadi perpecahan antara organisasi resmi yang didirikannya "Wyatt Archaeological Research" (WAR) dengan sejumlah organisasi maupun individual yang tadinya bekerjasama dengannya. WAR saat ini mengklaim sebagai pemilik tunggal semua foto, penerbitan dan hak milik peninggalan Wyatt. Sementara orang-orang lain yang pernah bekerja sama dengan Ron Wyatt mendirikan orgnisasi dan situs web lain yang mempromosikan penemuan Wyatt di luar batas yang ditentukan oleh WAR.