Roby Muhamad adalah seorang sosiolog Indonesia dengan fokus penelitian di bidang jejaring sosial. Ia dikenal luas di Indonesia setelah saluran berita CNN mewawancarainya atas keterlibatannya sebagai peneliti dalam Proyek Dunia Kecil (Small World Project) bersama dengan Duncan J. Watts dan Peter Sheridan Dodds.[1] Atas pencapaian tersebut, Majalah Tempo pada tahun 2012 menobatkan Roby Muhamad sebagai salah satu dari 10 tokoh penemu nasional.[2] Roby adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Prof. Dr. Wahyu Karhiwikarta, seorang spesialis kedokteranolahraga, dan dr. Hanariah Wahyu, seorang dokter spesialis anak[3][4]
Setelah itu Roby pun beralih ke bidang sosiologi, mengambil program master di Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat dan kemudian meneruskan studi di jenjang doktoral di jurusan dan universitas yang sama. Pada tahun 2010 ia berhasil memperoleh gelar doktor dari Departemen Sosiologi di universitas tersebut.[1]
Usai menyelesaikan pendidikan doktor-nya, Roby pulang ke Indonesia. Saat ini Roby tercatat sebagai staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan mendirikan AkonLabs,[6] sebuah lembaga riset nirlaba yang berfokus pada aplikasi sains socio-behavioral untuk perubahan budaya.
Proyek Dunia Kecil
Proyek Dunia Kecil (Small World Project) adalah suatu proyek eksperimendaring yang diadakan untuk menguji kembali hasil percobaan Stanley Milgram yang mengklaim bahwa sembarang dua orang di dunia dapat dihubungkan melalui enam derajat pemisahan.[7] Dengan kata lain, bagi seseorang untuk mencapai orang lain yang tidak dikenalnya dibutuhkan rata-rata enam orang yang saling terkait dan saling mengenal agar bisa menghubungkan mereka berdua. Pembuktian hal ini telah dilakukan menggunakan surat elektronik berantai,[8] seperti yang diberitakan dalam jurnal Science.[9]
↑(Inggris) Peter Sheridan Dodds, Roby Muhamad, Duncan J. Watts, An Experimental Study of Search in Global Social Networks, Science 8 August 2003, Vol. 301. no. 5634, pp. 827 - 829, DOI:10.1126/science.1081058