Richard Bertrand Spencer (lahir 11 Mei 1978) adalah seorang pendukung gerakan supremasi kulit putihAmerika Serikat.[1] Ia menjabat sebagai ketua National Policy Institute (yang merupakan organisasi pendukung supremasi kulit putih) dan Washington Summit Publishers. Spencer sendiri menolak cap "pendukung supremasi kulit putih" dan menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan identitarian.[2][3][4] Ia menganjurkan pendirian tanah air kulit putih untuk "ras kulit putih yang terusir" dan menyerukan "pembersihan etnis secara damai" untuk menghentikan "dekonstruksi" budaya Eropa.[5] Spencer mengklaim bahwa ia telah menciptakan istilah "alt-right",[6] yang ia anggap sebagai pergerakan yang terkait dengan identitas kulit putih.[7][8][9]
Spencer dan organisasinya menarik perhatian media beberapa minggu setelah pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2016, ketika ia mengutip propaganda Nazi dalam pertemuan National Policy Institute.[9] Ia meneriakkan "Hail Trump, hail our people, hail victory!", dan sejumlah pendukungnya lalu membuat salam Nazi dan menyanyikan yel-yel yang serupa dengan Sieg Heil.[10][11]
Spencer adalah salah satu pembicara dalam acara Unite the Right rally di Charlottesville, Virginia, yang menarik perhatian publik setelah terjadinya bentrok yang membuat Gubernur VirginiaTerry McAuliffe menyatakan keadaan darurat.[12][13] Kehadirannya sebagai pembicara kemudian ditolak atau dibatalkan, yang lalu memicu tuntutan hukum terhadap Universitas Negeri Michigan[14] dan ancaman tuntutan hukum terhadap Universitas Florida. Universitas FLorida pada akhirnya mengizinkannya untuk menjadi pembicara pada Oktober 2017.[15] Beberapa hari sebelum acaranya, Gubernur Florida Rick Scott menyatakan keadaan darurat dengan alasan "kedaruratan potensial" yang dapat dipicu oleh kehadiran Spencer.[16] Spencer juga telah dilarang masuk ke Britania Raya semenjak tahun 2016[17] dan Kawasan Schengen semenjak Oktober 2017.[18]
Mangan, Katherine. "A push to 'expand white privilege': Richard B. Spencer president, National Policy Institute, a white-supremacist group." The Chronicle of Higher Education, December 9, 2016, A6+.
Zalman, Jonathan. "Neo-Nazi Website Tells Readers to 'Take Action' Against Jews on Behalf of Richard Spencer's Mother in Montana." Tablet Magazine, December 19, 2016. "Critics of Richard Spencer the white supremacist, alt-right leader who dreams of an "ethno-state"are making their voices heard..."
"Campus clashes as US white supremacist gives speech." London Evening Standard [London, England], 7 Dec. 2016, p. 22. "Hundreds of demonstrators clashed with riot police at a protest against a white supremacist's speech at a leading American university. Richard Spencer, who gained notoriety for holding a so-called "alt-right" meeting celebrating Donald Trump's election triumph with Nazi rhetoric, told students attending the speech at the Texas A&M University last night: 'At the end of the day, America belongs to white men.'"
Gretel Kauffman, "White supremacists convene in celebration of Trump victory", Christian Science Monitor, November 20, 2016. The annual conference of the National Policy Institute, a white supremacist think tank, experienced a rise in attendance this year... 'It’s been an awakening,' Richard Spencer, president of the National Policy Institute, said at the conference."