Dalam surat wasiatnya, Cecil Rhodes (1853–1902) berkeinginan menciptakan beasiswa yang kemudian dikenal sebagai Beasiswa Rhodes yang dikelola oleh Rhodes Trust.[1]
Pembangunan Rhodes House dimulai pada tahun 1926 setelah Rhodes Trust membeli tanah seluas 2 ekar² (8.093 meter²) bagian dari Wadham College tahun sebelumnya. Rumah besar ini dirancang oleh arsitek Sir Herbert Baker dengan mencontoh desain rumah pertanian di tanjung Belanda dan rumah-rumah tradisional daerah pedalaman Inggris.[2] Tecermin dari balok-balok yang besar, jendela trans-kubah dan gaya portico. Dinding persegi dirancang agar konsisten dengan arsitektur Universitas Oxford abad ke-17. Fitur lain termasuk tangga terbuka yang dibangun dari kayu ek, menampilkan langkan dengan finial berukir elang.[2][3] Konstruksi selesai pada tahun 1928 dan bangunan berikut perpustakaannya diserahkan kepada Universitas Oxford.[3][4]
Rhodes Trust berbasis di Rhodes House. The Rhodes Trust, didirikan pada tahun 1902 berdasarkan surat wasiat Cecil Rhodes, dan juga berdasarkan Undang-Undang Parlemen tahun berikutnya, merupakan sumbangan amal bagi dunia pendidikan,[7] yang kegiatan utamanya adalah untuk mendukung para sarjana yang dipilih dari 14 konstituensi geografis yang ditentukan untuk belajar di Universitas Oxford. Beasiswa Rhodes berlaku selama tiga tahun telah diberikan setiap tahun sejak 1903.[8] Tujuan Cecil Rhodes menciptakan beasiswa ini adalah untuk mempromosikan kepemimpinan yang berpikiran kewarganegaraan di kalangan anak muda. Kutipan dalam surat wasiatnya tahun 1899: "kekuatan moral karakter dan naluri untuk memimpin", dan dalam kata-kata codicil (ketentuan tambahan) kode 1901 dari surat wasiatnya: untuk membantu "membuat perang yang tidak mungkin" dengan cara mempromosikan pemahaman antar kekuatan besar.[9]
↑See, e.g., "To 'render war impossible': the Rhodes Scholarships, educational relations between countries, and peace" in Donald Markwell, "Instincts to Lead": On Leadership, Peace, and Education, 2013.