Artikel ini berisi tentang Revolusi EDSA pada bulan Januari 2001. Untuk upaya revolusi serupa pada bulan April 2001, lihat EDSA III. Untuk Revolusi EDSA pada tahun 1986, lihat Revolusi EDSA.
Revolusi EDSA Kedua
Wakil Presiden Gloria Macapagal Arroyo mengucapkan sumpah pada waktu dilantik menjadi Presiden Filipina ke-14.
Revolusi EDSA Kedua (Inggris: Second EDSA Revolutioncode: en is deprecated ; Tagalog: Ikalawang Rebolusyon sa EDSAcode: tl is deprecated ), juga dikenal sebagai Revolusi Kekuatan Rakyat Kedua, EDSA 2001, atau EDSA II (diucapkan sebagai EDSA Two atau EDSA Dos (EDSA Dua)), merupakan aksi protes politik yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 Januari 2001, yang secara damai melengserkan pemerintahan Joseph Estrada, Presidenketigabelas Filipina.[8] Sebelumnya, Estrada menghadapi tuduhan korupsi yang sedang diselidiki oleh Kongres Filipina. Ia kemudian menghadapi proses pemakzulan yang dibuka pada tanggal 16 Januari. Keputusan beberapa senator untuk tidak memeriksa surat yang konon akan membuktikan kesalahan Estrada memicu protes besar-besaran di Tempat Ziarah EDSA di Metro Manila. Seruan agar Estrada mengundurkan diri semakin besar di hari-hari berikutnya, dengan Angkatan Bersenjata Filipina menarik dukungan mereka kepada presiden pada 19 Januari. Pada 20 Januari, Estrada meninggalkan jabatannya tanpa mengundurkan diri secara resmi dan melarikan diri dari Istana Malacañang bersama keluarganya. Ia digantikan oleh Wakil PresidenGloria Macapagal-Arroyo, yang telah dilantik menjadi presiden oleh Ketua Mahkamah AgungHilario Davide Jr. beberapa jam sebelumnya.
↑Tubeza, Philip C.; Aning, Jerome (October 15, 2000). "Priest exorcises Estrada 'demons'". Philippine Daily Inquirer. hlm.A1, A16. Diakses tanggal November 30, 2025. Lina, who said he was parting ways with the President 'out of love' for his longtime friend, gave Mr. Estrada a 72-hour deadline to 'humble himself and repent.'
↑Bordadora, Norman; Trinidad-Echavez, Andrea; Herrera, Christine (January 18, 2001). "'Stay on Edsa until evil is conquered by good'". Philippine Daily Inquirer. hlm.A1, A14. Diakses tanggal November 30, 2025. Laguna Gov. Joey Lina[...] asked all governors and mayors to speak up against Mr. Estrada, saying 'there cannot be local autonomy under the present administration.'
↑Saludar, Ely (December 18, 2000). "Walkout banta ng prosecution panel"[Walkout warned by the prosecution panel]. Philstar.com (dalam bahasa Filipino). Diakses tanggal November 30, 2025. Hinikayat din ni Bagong Alyansang Makabayan Secretary-General Teodoro Casino ang mga prosecutor na mag-walkout sa paglilitis kapag nagpakita ng kawalang-galang sa proseso ng Konstitusyon ang mga senador.
↑Rivera, Blanche (December 28, 2000). "Kompil to put up scoreboard for senators". Philippine Daily Inquirer. hlm.A1, A14. Diakses tanggal November 30, 2025. Bayan secretary general Teodoro Casiño said the first major protest action for next year would be held on Jan. 2 on the Senate grounds. He said this would be followed by another big mass action on Jan. 15[...]
12Eder, Ederic P. (August 13, 2007). "Edsa 2 leaders split over Erap fate in plunder case". GMA News Online. Diakses tanggal November 30, 2025. At the helm was the 21-year-old Raymond Palatino, a convenor of Erap Resign Youth Movement and chair of the UP Student Council. Gari Lazaro, also 21 at that time, led a group of students under the Student Council Alliance of the Philippines.