Renzo Fratini (lahir 25 April 1944) adalah seorang prelatusGereja Katolik RomaItalia dan diplomat Takhta Suci. Ia menjadi nunsius apostolik pada 1998 dan mengakhiri karirnya sebagai nunsius untuk Spanyol. Kala ia mengundurkan diri pada 2019, Takhta Suci menjauhkan dirinya dari kritiknya terhadap rencana pemerintah Sapnyol untuk memindahkan jasad Francisco Franco.
Ia masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1974 dan menjabat dalam misi diplomatik kepausan di Prancis, Jepang, Nigeria, Etiopia, Yunani, Ekuador, Israel dan Palestina.
Pada 7 Agustus 1993, ia diangkat menjadi Uskup Agung Tituler Botriana dan Pro-Nunsius Apostolik untuk Pakistan. Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 2 Oktober 1993. Kardinal Angelo Sodano menjadi penahbis utama didampingi oleh uskup Crescenzio Sepe dan Tarcisio Carboni[it].
Paus Yohanes Paulus II mengangkat Fratini menjadi Nunsius untuk Indonesia pada 8 Agustus 1998 dan ditambahi jabatan Nunsius untuk Timor Leste pada 24 Juno 2003.[2] Ia dipindahkan menjadi Nunsius untuk Nigeria pada 27 Januari 2004.[3]