Rempo Urip mengawali kariernya sebagai pemain sandiwara yang tergabung dalam grup Dardanella. Mulai terjun ke bidang penyutradaraan lewat film Djoela Djoeli Bintang Toedjoeh sebagai asisten sutradara. Pada tahun 1951 ia mendirikan Persari bersama Djamaluddin Malik. Film-film yang dihasilkan Urip antara lain Gadis SKP (1960), Asmara dan Wanita (1961), Pendekar Sumur Tudjuh (1971), Pada tahun 1934 Urip meninggalkan Palembang, kota tempat dia dibesarkan, untuk mengikuti rombongan sandiwara Dardanella keliling Asia Tenggara dan India. Dalam perkumpulan itu Urip menjadi pembuat poster dan pemain sepak bola. Ketika Dardanella di India tahun 1936, mereka membuat film Dr. Samsi dan Urip berperan sebagai figuran.
Setelah kembali ke Indonesia, dia menjadi pembantu umum perkumpulan sandiwara Bolero (1936-1937) dan Pagoda (1937 -1939). Setelah itu Urip bekerja di Oriental Film Co. sebagai chekker dan distributor. Ketika Oriental ditutup, dia masuk ke JIF dan mulai menyentuh bidang penyutradaraan. Waktu dia menjadi asisten sutradara untuk Djoela Djoeli Bintang Toedjoeh dan Noesa Peninda (1941).