Poppy peringatan (remembrance poppy) adalah bunga buatan yang dikenakan di sejumlah negara sebagai simbol penghormatan kepada personel militer yang gugur dalam perang. Poppy peringatan biasanya diproduksi oleh asosiasi veteran, dan kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai imbalan atas donasi amal. Dana yang terkumpul dari distribusi poppy digunakan untuk memberikan dukungan keuangan maupun bantuan praktis kepada anggota dan veteran angkatan bersenjata, sehingga menjadikannya tidak hanya simbol ingatan, tetapi juga sarana penggalangan dana kemanusiaan bagi komunitas veteran.[1]
Inspirasi penggunaan poppy sebagai simbol berkabung berasal dari puisi perang terkenal “In Flanders Fields”, yang menggambarkan bunga poppy tumbuh di antara makam para tentara yang gugur. Gagasan ini dipromosikan oleh Moina Michael, yang melihat poppy sebagai lambang pengorbanan dan harapan. Menjelang akhir Perang Dunia I, poppy mulai digunakan untuk memperingati korban militer dari Kekaisaran Britania dan Amerika Serikat. Anna Guérin, seorang tokoh penting dalam gerakan ini, kemudian mendirikan “Poppy Days” pertama, yaitu kegiatan penggalangan dana yang ditujukan untuk veteran, janda dan anak yatim perang, serta pembelian obligasi kemerdekaan dan dukungan terhadap lembaga amal seperti Palang Merah.[1]
Poppy peringatan paling umum dikenakan di negara-negara Persemakmuran (Commonwealth), di mana simbol tersebut telah dipatenkan oleh asosiasi veteran sebagai bagian dari upaya pengumpulan dana resmi. Di banyak negara Persemakmuran, poppy dikenakan pada pakaian selama minggu-minggu menjelang Hari Peringatan (Remembrance Day), tanggal 11 November, dan karangan bunga poppy juga diletakkan di tugu peringatan perang pada hari tersebut. Namun, di Selandia Baru, tradisi berbeda berkembang: poppy peringatan lebih sering dikenakan pada Hari Anzac (Anzac Day), yang memperingati pendaratan Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru pada Perang Dunia I.[2]
Desain poppy merah sebagai simbol utama peringatan telah menginspirasi munculnya sejumlah poppy peringatan lain yang menandai berbagai aspek perang dan perdamaian. Di Prancis, misalnya, masyarakat mengenakan bleuet de France, yaitu bunga jagung biru buatan, sebagai lambang penghormatan kepada personel militer yang gugur dalam berbagai konflik. Keberadaan simbol-simbol alternatif ini menunjukkan bagaimana tradisi mengenakan bunga peringatan berkembang sesuai konteks budaya masing-masing negara, sekaligus menegaskan peran simbolik bunga sebagai media ingatan kolektif terhadap pengorbanan dalam perang.[2]