Rekrutmen adalah proses menarik, penyaringan, dan memilih orang yang memenuhi syarat pekerjaan. Semua perusahaan dalam industri apa pun bisa mendapatkan keuntungan dari kontingensi atau mempertahankan perekrut profesional atau proses alih daya untuk agen perekrutan.
Strategi
Metode tradisional seperti iklan lowongan, seleksi melalui outsourcing, referral, dan rekrutmen kampus kini mulai digantikan oleh penggunaan portal kerja online dan media sosial profesional.[1]
Digitalisasi dan penggunaan media sosial, wawancara daring, serta algoritma otomatis telah terbukti membantu dalam seleksi dan mempercepat proses rekrutmen.[2][3][4]
Pendekatan
Rekrutmen dapat dilakukan melalui metode tradisional yang telah lama digunakan, pemanfaatan teknologi digital melalui e-recruitment, pendekatan terarah yang selaras dengan tujuan strategis organisasi, serta kombinasi rekrutmen internal dan eksternal untuk memastikan ketersediaan talenta yang tepat. Pemilihan strategi yang tepat memungkinkan organisasi mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi sekaligus mendukung keberlanjutan dan daya saing jangka panjang.
Rekrutmen tradisional: Melalui iklan cetak, kerja sama dengan universitas, dan jaringan profesional.[5][6]
E-recruitment: Pemanfaatan internet dan teknologi digital untuk memperluas jangkauan, menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat proses rekrutmen.[7][8][9]
Rekrutmen terarah (targeted recruitment): Menyesuaikan strategi rekrutmen dengan tujuan strategis organisasi, memperhatikan keberagaman, budaya kerja, dan potensi karyawan sebagai duta merek.[10]
Rekrutmen internal dan eksternal: Memanfaatkan tenaga kerja yang sudah ada (redeployment) atau mencari kandidat dari luar organisasi.[11]