4:3 (1.33:1) Standar monitor CRT dan TV tabung lama.
16:10 (1.60:1) Umum digunakan pada laptop produktivitas dan bisnis.
16:9 (1.78:1) Standar layar lebar harian untuk TV dan monitor modern.
21:9 (2.33:1) Format monitor ultra-lebar (ultrawide) modern.
Rasio bidang layar (bahasa Inggris:screen aspect ratiocode: en is deprecated ) pada monitor komputer, televisi, atau papan penampil digital adalah hubungan perbandingan matematis antara dimensi lebar (panjang horizontal) dan tinggi (panjang vertikal) dari sebuah layar.[1] Hubungan perbandingan ini secara universal dinyatakan dalam bentuk dua angka yang dipisahkan oleh tanda titik dua, dengan format baku x:y.
Kombinasi rasio ini menentukan faktor bentuk fisik sasis penampil dan sangat memengaruhi bagaimana sebuah konten visual atau resolusi layar dipetakan tanpa mengalami distorsi seperti penarikan gambar (stretching) atau pemotongan bingkai (cropping).[2]
Sejarah dan Standardisasi Unifikasi
Era Dominasi 4:3 (Format Akademi)
Pada awal industri pertelevisian dan komputasi, rasio 4:3 (atau sering ditulis sebagai desimal 1.33:1) merupakan standar mutlak yang diadopsi dari format film bisu Edisi Akademi yang diciptakan oleh Thomas Edison. Teknologi tabung sinar katode (CRT) pada masa itu jauh lebih mudah dan murah diproduksi secara massal jika menggunakan struktur bodi yang menyerupai bentuk persegi tersebut.[3]
Rasionalisasi Matematis Rasio 16:9
Ketika industri perfilman mulai beralih menggunakan berbagai standar layar lebar seperti 1.85:1 dan 2.35:1 untuk menandingi popularitas televisi rumah tangga, industri penyiaran global mengalami kebingungan dalam menentukan format masa depan untuk standar HDTV.
Pada pertengahan dekade 1980-an, seorang insinyur bernama Kerns H. Powers yang tergabung dalam Society of Motion Picture and Television Engineers (SMPTE) mengajukan solusi matematis berupa rasio 16:9 (1.78:1).[4] Rasio 16:9 merupakan nilai tengah geometris (geometric mean) yang sempurna jika seluruh rasio bidang film utama yang ada di dunia digabungkan. Format ini memungkinkan konten bernilai 4:3 maupun konten layar lebar bioskop dipajang di satu layar yang sama dengan area hitam kosong (letterboxing atau pillarboxing) yang paling minimal dan proporsional.[5]
Transisi Global Tahun 2008
Mulai tahun 2008, didorong oleh laporan analisis pasar dari DisplaySearch, para produsen panel LCD dunia secara massal menghentikan lini produksi panel berasio 4:3 dan 16:10 untuk sepenuhnya bermigrasi ke rasio 16:9.[6] Langkah pemogokan produksi ini didasari oleh efisiensi ekonomi pengerjaan bahan baku kaca panel induk, di mana pemotongan kaca sasis berasio 16:9 menghasilkan limbah buangan yang jauh lebih sedikit per lembar kaca induk jika dibandingkan dengan rasio lainnya.
Standar Rasio Bidang Layar Modern
Beberapa rasio aspek yang umum untuk layar komputer. 4:3 adalah standar monitor non-layar lebar lama, yang juga digunakan pada beberapa komputer tablet. Rasio layar lebar pertama yang populer untuk layar komputer adalah 16:10, dan 16:9 telah menjadi rasio paling umum sejak tahun 2012.
4:3 (Format Standar)
Karakteristik: Memiliki bentuk fisik yang mendekati persegi bodi seimbang.
Penggunaan Pasaran: Digunakan pada televisi resolusi standar (NTSC/PAL), monitor komputer era tabung CRT, perangkat genggam lawas, serta layar komputer tablet modern seperti seri iPad demi kenyamanan membaca dokumen vertikal.
16:10 (Format Produktivitas PC)
Karakteristik: Memberikan ruang vertikal ekstra sekitar 11 persen lebih luas jika dibandingkan dengan rasio 16:9 pada ukuran bentang layar yang sama.
Penggunaan Pasaran: Sangat populer di segmen komputer jinjing premium dan laptop bisnis modern karena memberikan ruang navigasi lebih luas saat membuka kode pemrograman, lembar kerja data spreadsheet, maupun dokumen teks.
16:9 (Format Layar Lebar Arus Utama)
Karakteristik: Menjadi standar emas (de facto standard) global industri hiburan elektronik konsumen digital saat ini.
Penggunaan Pasaran: Digunakan oleh hampir seluruh model televisi resolusi tinggi modern, konten video YouTube, siaran digital, serta monitor permainan video harian.
21:9 dan 32:9 (Format Ultra-Lebar / Ultra-wide)
Karakteristik: Memperluas bentang pandangan horizontal secara ekstrem untuk memberikan efek visual yang imersif dan meluas.
Penggunaan Pasaran: Diimplementasikan pada monitor desktop kelas atas untuk kebutuhan produktivitas multi-jendela simultan tanpa membutuhkan konfigurasi dua monitor fisik terpisah, serta digunakan oleh komunitas pemain video simulator penerbangan atau balapan.[7]
Matriks Resolusi Berdasarkan Rasio Bidang
Berikut adalah tabel klasifikasi standar nama resolusi digital berdasarkan pemetaan rasio bidang layar yang umum dijumpai di pasar global:[1]
↑Powers, Kerns H. (1984). "The United States Perspective on High-Definition Television Production Standards". SMPTE Journal. 93 (8): 736–743. doi:10.5594/J02434.
↑Belton, John (1992). Widescreen Cinema (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. ISBN978-0674952614.
↑Powers, Kerns H. (1984). "High-Definition Television Aspect Ratios: A Mathematical Approach". International Broadcasting Convention Proceedings. 240: 12–18.