Rasio Ridho Sani memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 1990-an. Sejak tahun 2005, ia telah menjabat berbagai jabatan birokrasi dalam institusi tersebut seperti Asisten Deputi Pertambangan, Energi, dan Migas (2005-2010), Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (2010-2013), Deputi Menteri Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) (2013-2014), dan Sektretaris Kementerian (2014-2015). Ia juga dipercaya menjadi Ketua Panitia Nasional di berbagai konferensi internasional, termasuk COP-9 Basel Convention (2008), COP-13 UNFCCC (2007), dan UNEP TUNZA Youth Conference (2011).[butuh rujukan]
Pada tahun 2015, ia diangkat sebagai Ditjen Gakkum KLHK. Selama masa jabatannya, Ditjen Gakkum menangani ribuan kasus lingkungan dan kehutanan, serta memperkuat mekanisme pengawasan kepatuhan dan pemulihan lingkungan.[butuh rujukan]
Pada tahun 2025, ia dilantik sebagai Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL).[1] Dalam jabatan barunya, ia mengembangkan pendekatan pengendalian pencemaran berbasis wilayah, integrasi data kualitas lingkungan hidup secara nasional, serta memperkuat sistem informasi pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan. Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program berbasis indikator kualitas lingkungan.[butuh rujukan]
Saat ini, ia juga memiliki karier di luar Kementerian Lingkungan Hidup, dengan menjadi pengajar pascasarjana di Fakultas Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia.[butuh rujukan]
Penghargaan
Rasio Ridho Sani telah menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang lingkungan hidup, penegakan hukum, dan pelayanan publik baik dari dalam maupun luar negeri.
Penghargaan nasional
Satyalancana Karya Satya X Tahun (2003) – dari Presiden Megawati Soekarnoputri
Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2012) – dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Satyalancana Karya Satya XXX Tahun (2022) – dari Presiden Joko Widodo
Satyalencana Wirakarya (2021) – dari Presiden Joko Widodo
Penghargaan dari Bareskrim POLRI: PPNS Teraktif (2018 dan 2019)
Anugerah Alumni Inspiratif – dari Rektor Universitas Indonesia (2019)
Achievement Awards dari Dekan FIA UI (2023) dalam kategori Innovation, Empowering, dan Change Maker
Penghargaan Terbaik III Diklatpim II LAN (2013)
Penghargaan internasional
Penghargaan internasional yang diperoleh Rasio Ridho Sani berasal dari lembaga-lembaga bergengsi dunia. Ia menerima:
UNEP Asia Environmental Enforcement Award (2019) untuk kategori Innovation, Integrity, dan Gender Leadership[2][3]
UNEP Asia Environmental Enforcement Award (2020) untuk kategori Collaboration
Penghargaan ini diberikan oleh kerja sama antara UNEP, UNDP, CITES, dan INTERPOL dan mengakui kontribusi luar biasa Indonesia dalam penegakan hukum lingkungan tingkat global.