Ras Muhamad (lahir dengan nama Muhammad Egar, Jakarta, 29 Oktober 1980) adalah pemusikreggaeIndonesia.[1] Ia dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu yang mengusung musik reggae dengan pengaruh dancehall serta aktif memperkenalkan budaya reggae di Indonesia. Ras Muhamad juga dikenal karena pandangannya mengenai hubungan antara musik reggae, pesan sosial, dan filosofi Rastafari.[2]
Kehidupan awal
Muhammad Egar lahir di Jakarta sebagai anak tunggal dari pasangan Rivai, seorang dokter akupunktur, dan Wening, pegawai negeri sipil di Departemen Luar Negeri. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Jakarta, ia pindah ke Amerika Serikat mengikuti ibunya yang mendapat penugasan di luar negeri.[2]
Ia kemudian menetap di New York dan menjalani masa remaja di lingkungan multikultural kota tersebut. Pengalaman tinggal di Amerika Serikat memperkenalkannya pada berbagai jenis musik, termasuk reggae dan hip-hop.
Asal-usul nama panggung
Nama panggung Ras Muhamad mulai digunakan ketika ia tinggal di Brooklyn. Kata Ras berasal dari kosa kata Jamaika yang dalam konteks budaya Rastafari merujuk pada seseorang yang memahami ajaran atau filosofi Rastafari.[3] Dalam bahasa Amharik di Etiopia, kata tersebut juga dapat berarti “pangeran” atau “bangsawan”. Nama Muhamad diambil dari bagian awal nama lahirnya, Muhammad Egar. Kombinasi kedua unsur tersebut kemudian menjadi identitas panggung yang dikenal luas dalam karier musiknya.
Karier musik
Ras Muhamad mulai terlibat dalam kegiatan musik sejak masa sekolah menengah atas ketika ia membentuk sebuah band dan tampil di Queens, New York.[4] Pengalamannya di Brooklyn juga mempertemukannya dengan sejumlah musisi reggae asal Jamaika. Interaksi tersebut memperdalam pemahamannya terhadap musik reggae serta perkembangannya di komunitas diaspora Karibia.
Gaya musik yang dibawakan Ras Muhamad sering disebut sebagai dancehall, yaitu perpaduan antara reggae dan hip-hop.[5] Ia banyak terinspirasi oleh karya-karya Bob Marley serta tradisi musik reggae yang menekankan pesan sosial dan kritik terhadap ketidakadilan. Selain aspek musikal, ia juga mempelajari filosofi yang berkembang dalam budaya reggae dan ajaran Rastafari.[6]
Setelah kembali ke Indonesia pada awal 2000-an, Ras Muhamad aktif mempromosikan musik reggae melalui berbagai pertunjukan dan kolaborasi. Ia juga berupaya memperkenalkan pemahaman yang lebih luas mengenai budaya reggae, termasuk upaya mengubah persepsi negatif yang sering mengaitkan genre tersebut dengan narkotika atau gaya hidup tertentu.
Dalam kariernya, Ras Muhamad beberapa kali berkolaborasi dengan musisi dari berbagai genre. Pada tahun 2013 ia bekerja sama dengan grup musik Superglad dalam album Berandalan Ibu Kota melalui lagu “Satu Jiwa Satu Nyawa”. Ia juga tampil bersama Nath The Lions dalam Festival Wake Skate & Music yang diselenggarakan oleh Rip Curl pada Januari 2014.[7]