Ranolambot artinya air panjang. Pada tahun 1850, pemerintah penjajahan Belanda menunjuk Lonan sebagai Hukum Tua (Kepala Desa) pertama di Ranolambot. Untuk berkomunikasi masyarakat desa Ranolambot menggunakan Bahasa Tontemboan dan dialek Manado.
Masyarakat desa Ranolambot 90% bekerja sebagai petani dan 10% sebagai Pegawai Negeri dan Swasta. Sebagai petani mereka menanam jagung, cengkih, kelapa, padi, sayuran, dan membuat gula batu. Sumber air utama untuk keperluan sehari-hari berasal dari Gunung Rindengan yang terletak di dekat Gunung Soputan dengan mengalirkannya melalui pipa kurang lebih 10km ke Desa Ranolambot.
Dari Manado ke Desa Ranolambot jaraknya kurang lebih 50km. Dengan mobil, waktu tempuh sekitar satu setengah jam.