Saat Kekaisaran Jepang menyatakan perang terhadap kekuatan Sekutu di Asia-Pasifik dan berhasil mengusir keluar, R. M Abikoesno percaya bahwa Kekaisaran Jepang akan membebaskan Tanah Jawa dari cengkraman Belanda. Saat Kekaisaran Jepang berkuasa di Indonesia, R. M Abikoesno dengan antusias memberikan sebuah proposal rancangan pemerintahan Indonesia semenatara. Dalam rancangan itu, R. M Abikoesno mengajukan diri sebagai perdana menteri dari pemerintahan sementara Indonesia. Namun, sayangnya Kekaisaran Jepang tidak menganggapi serius usulan R. M Abikoesno, ia malah disuruh mengurus beberapa gedung pemerintahan tentara pendudukan Jepang di Jakarta.[1]
Saat tentara pendudukan Jepang mendirikan POETRA, R. M Abikoesno kemudian ditunjuk sebagai anggota Dewan Majelis Pertimbangan POETRA. Menjelang Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Perdana Menteri Koiso yang memberikan janji akan memerdekakan Indonesia kemudian mendirikan badan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga panitia persiapan kemerdekaan (PPKI). Di dalam kedua lembaga bentukan Jepang itu, R. M Abnikoesno menjadi anggota untuk mewakili golongan Islam.[1]
Referensi
123Nino Oktorino, Ensiklopedi Pendudukan Jepang di Indonesia, (Jakarta: Elex Media Komputindo,2013) hal. 4