RSGC1 (Red Supergiant Cluster 1) adalah gugus terbuka masif muda di galaksi Bima Sakti. Gugus ini ditemukan pada tahun 2006 dalam data yang dihasilkan oleh beberapa spektrum inframerah, dinamai berdasarkan jumlah anggota super raksasa merah yang belun pernah terjadi sebelumnya.[3] Gugus ini terletak di konstelasi Scutum pada jarak sekitar 22 ktc (6,6 kpc) dari Matahati. Kemungkinan gugus ini terletak di persimpangan ujung utara batang panjang Bima Sakti dan bagian dalam Lengan Scutum-Centaurus—salah satu dari dua lengan utamanya.[4]
Usia RSGC1 diperkirakan mencapai 10–14 juta tahun. Gugus ini sangat terhalang dan belum terdeteksi dalam cahaya tampak. Gugus ini terletak dekat dengan gugusan super raksasa merah lainnya yang dikenal sebagai Stephenson 2, RSGC3, Alicante 7, Alicante 8, dan Alicante 10. Massa RSGC1 diperkirakan mencapai 30 ribu massa matahari, yang menjadikannya salah satu gugus terbuka paling masif di galaksi.[2]
Bintang-bintang super raksasa merah yang diamati dengan massa sekitar 16–20 massa matahari adalah progenitor supernova tipe II.[2] Lebih dari 200 bintang deret utama telah terdeteksi dengan massa lebih dari 8M☉, yang memungkinkan penentuan jarak dari pencocokan deret utama. Empat belas anggota bintang super raksasa merah telah diidentifikasi.[1]
RSGC1-F01 adalah super raksasa merah dengan radius yang dihitung antara 1.450[7] hingga 1.530[6] kali radius Matahari (R☉) (radius dihitung dengan menerapkan Hukum Stefan–Boltzmann), menjadikannya salah satu bintang terbesar yang pernah ditemukan hingga saat ini. Ini sesuai dengan volume 3,58 miliar kali lebih besar dari Matahari. Jika ditempatkan di pusat Tata Surya, fotosfernya akan menelan orbit Jupiter.
RSGC1-F02
RSGC1-F02 adalah super raksasa merah dengan radius yang dihitung antara 1.499[2] hingga 1.549[5] atau 1.128[6]R☉ (radius dihitung dengan menerapkan Hukum Stefan–Boltzmann), menjadikannya salah satu bintang terbesar yang pernah ditemukan hingga saat ini. Ini sesuai dengan volume 3.37 hingga 3.72 miliar kali lebih besar dari Matahari. Jika ditempatkan di pusat Tata Surya, fotosfernya akan menelan orbit Jupiter.
RSGC1-F13
RSGC1-F13 adalah super raksasa merah yang aneh karena warnanya sangat merah dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya.[7] Bintang ini terkenal karena memiliki tingkat kehilangan massa tertinggi di gugus bintang tersebut dengan jumlah (2,7±0,8)×10−5M☉/tahun.[6] Bintang ini juga telah terdeksi maser SiO, H2O, and OH.[6]ALMA mendeteksi emisi CO di bintang F13 bersama dengan empat super raksasa lainnya di gugus yang membentang ratusan radius bintang dari bintang-bintang tersebut.[7] Tingkat kehilangan massa CO diperkirakan sebesar 4,2×10−5M☉/tahun, yang merupakan orde besaran lebih besar daripada nilai yang diprediksi untuk super raksasa merah lainnya dalam penelitian ini.[7] F13 dibandingkan dengan VY Canis Majoris sebagai super raksasa merah ekstrem serupa, keduanya menunjukkan kehilangan massa yang lebih kuat dan mungkin bersifat eruptif.[7]
↑Davies, B.; Figer, D. F.; Kudritzki, R. P.; MacKenty, J.; Najarro, F.; Herrero, A. (2007). "A Massive Cluster of Red Supergiants at the Base of the Scutum-Crux Arm". The Astrophysical Journal. 671 (1): 781–801. arXiv:0708.0821. Bibcode:2007ApJ...671..781D. doi:10.1086/522224. S2CID1447781.
123456Decin, Leen; Richards, Anita M. S.; Marchant, Pablo; Sana, Hugues (2024). "ALMA detection of CO rotational line emission in red supergiant stars of the massive young star cluster RSGC1". Astronomy & Astrophysics. 681: A17. arXiv:2303.09385. doi:10.1051/0004-6361/202244635.