R-12 (Indeks Grau: 8K63, Kiril: 8К63) adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang dikembangkan dan digunakan oleh Uni Soviet selama Perang Dingin.[1]NATO memberi nama pelaporan SS-4 Sandal. Rudal ini dirancang oleh biro desain Mikhail Yangel di Dnepropetrovsk (kini Dnipro, Ukraina) dan menjadi tulang punggung ancaman rudal ofensif Soviet terhadap Eropa Barat pada tahun 1960-an.
Sejarah Pengembangan
Pengembangan R-12 dimulai sebagai proyek untuk memperluas jangkauan rudal dengan propelan cair yang dapat disimpan (storable propellant).[1] Pada 13 Februari 1953, proyek ini disetujui oleh Dewan Menteri Uni Soviet. Tim Yangel memanfaatkan pengalaman dari program R-5 dan R-11, namun dengan mesin baru yang dikembangkan oleh Valentin Glushko di OKB-456.[1]
Mesin RD-214 yang digunakan memiliki empat ruang bakar bertekanan tinggi yang tidak dapat digerakkan (fixed), memungkinkan peningkatan daya dorong tanpa menambah ukuran ruang bakar yang besar. Karena mesin ini lebih lebar dari badan rudal yang diwarisi dari R-5, maka ditambahkan bagian ekor berbentuk kerucut untuk membungkus mesin.
Sistem kendali yang digunakan sepenuhnya otonom berbasis inersia, berbeda dengan rudal sebelumnya yang mengandalkan kendali radio. Hal ini diusulkan oleh Nikolai Pilugin, kepala biro sistem kendali terkemuka.[1]
Uji Coba dan Produksi
Uji statis pertama dilakukan pada Maret 1957 di Zagorsk (kini Sergiyev Posad).
Peluncuran pertama dilakukan pada 22 Juni 1957 di Kapustin Yar.
Pada September 1958, pemimpin Soviet Nikita Khrushchev menyaksikan langsung peluncuran rudal ini.
Produksi massal dimulai pada Oktober 1958 di Dnepropetrovsk.
Deviasi rata-rata (CEP) dari hulu ledak adalah 2,3 km, dengan waktu persiapan peluncuran lebih dari tiga jam.[1]
Atas keberhasilan proyek ini, pada 10 Juli 1959, Pabrik 586 dan OKB-586 dianugerahi Ordo Lenin, sementara Yangel, Smirnov, dan Budnik dianugerahi gelar Pahlawan Buruh Sosialis.
Varian dan Kemampuan
8K63U (8К63У): Versi peluncuran dari silo bawah tanah. Kompleks peluncuran bawah tanah pertama, kode nama Mayak-2 (Beacon-2), diuji di Kapustin Yar pada September 1959.[1]
Hulu ledak: Rudal ini merupakan rudal Soviet pertama yang membawa hulu ledak termonuklir berkekuatan 1 megaton.
63Sh: Modifikasi yang digunakan untuk menguji konsep peluncuran berbasis silo.
Krisis Rudal Kuba
R-12 menjadi pusat perhatian dunia selama Krisis Rudal Kuba pada Oktober 1962. Keputusan Khrushchev untuk menempatkan rudal ini di Kuba memicu konfrontasi dengan Amerika Serikat.
Menurut memoar Boris Chertok, pada 4 Oktober 1962, rudal R-12 pertama di Kuba siap untuk diisi bahan bakar dan dipasangi hulu ledak. Hingga 20 Oktober, 20 rudal telah berada di posisinya. Namun, Chertok meragukan laporan bahwa rudal-rudal tersebut telah benar-benar dipasangi hulu ledak nuklir selama krisis berlangsung.[1]
Program Lain
Selain sebagai senjata ofensif, R-12 juga digunakan dalam berbagai program uji coba:
Sistem A (ABM): Pada 4 Maret 1962, rudal V-1000 berhasil mencegat R-12 untuk pertama kalinya dalam pengembangan sistem pertahanan rudal balistik.
Uji K (Proyek K): Pada Juli dan Oktober 1962, beberapa rudal R-12 diluncurkan dengan hulu ledak nuklir sungguhan untuk menguji efek ledakan ketinggian tinggi terhadap peralatan radar dan komunikasi (termasuk uji coba K-1, K-2, dan K-4).[1]
Akhir Masa Dinas
Sebanyak 2.335 unit rudal R-12 diproduksi. Rudal ini menjadi senjata pertama yang digunakan oleh Pasukan Rudal Strategis (Strategic Rocket Forces) yang dibentuk pada Desember 1959.[1]
Semua rudal R-12 dihancurkan pada tahun 1993 berdasarkan perjanjian pengendalian senjata antara Uni Soviet (penerusnya, Rusia) dan Amerika Serikat.[2]
Lihat Juga
R-14 (SS-5 Skean) – penerus R-12 dengan jangkauan lebih jauh.