Kehidupan
Qutu Tong berketurunan suku Kumoxi yang berafiliasi dengan klan Murong suku Xianbei. Kakek buyutnya, Qu Yuan, merupakan seorang jenderal saat Dinasti Wei Utara. Qu Yuan kemudian memindahkan keluarganya ke Chang'an dan semenjak itu keluarganya menetap disana. Kakeknya, Qutu Qingshang bekerja sebagai pegawai Gerbang Kuning pada saat Wei Utara dan kemudian menjadi Adipati Yichuan pada masa Dinasti Zhou Utara. Ayahnya, Qutu Changqing bekerja sebagai seorang Gubernur.
Qutu Tong adalah sosok yang setia dan teguh pendirian, serta mahir menunggang kuda dan memanah. Ia memulai karier resminya sebagai juru tulis di Garda Kekaisaran Dinasti Zhou Utara. Setelah berdirinya Dinasti Sui, ia menjabat sebagai Jenderal Besar Garda Kiri dan mewarisi gelar Adipati Yichuan. Ia kemudian dipromosikan menjadi Jenderal Harimau dan kemudian menjadi Jenderal Garda Kekaisaran Kiri.
Pada 597, ia ditunjuk sebagai Gubernur Liangzhou dan Komandan Garda Kekaisaran oleh Kaisar Wen dari Sui. Sebagai gubernur, ia diperintah untuk mengawasi perdagangan kuda yang dikelola oleh pejabat lokal dan jenderal setempat. Disana, Qutu Tong menemukan praktik korupsi yang sangat marak diantara pejabat tersebut dan melaporkan ke kaisar. Kaisar Wen sangat marah mendengarkan laporan Qutu Tong dan memerintahkan agar pejabat-pejabat yang terlibat untuk dihukum mati. Pejabat-pejabat Kaisar Wen juga setuju namun Qutu Tong menyatakan kepada Kaisar Wen bahwa tindakan itu tidak benar karena walaupun bersalah, tindakan kaisar terlalu brutal. Ia juga berkata kepada kaisar bahwa jika kuda lebih berharga dibandingkan manusia, maka ia siap dihukum mati untuk menyelamatkan ratusan nyawa supaya rakyat tidak akan mengkritik kaisar karena terlalu kejam. Kaisar Wen terkesan mendengar argumen Qutu Tong dan memberi ampun kepada pejabat yang terlibat.[2]
Setelah Kaisar Wen meninggal, Qutu Tong diberi pangkat yang lebih tinggi oleh Kaisar Yang dari Sui setelah naik tahta menjadi kaisar. Saat Kaisar Yang sedang mengempur Goguryeo atau sedang menginspeksi pekerjaan Kanal Besar di Tiongkok selatan, Qutu Tong ditugaskan untuk menjadi komandan militer untuk menjaga ibukota kedua kekaisaran, Luoyang. Pada 613, Qutu Tong menumpaskan pemberontakan Yang Xuangan di sekitar Luoyang.[3] Pada 614, ia menumpaskan sebuah pemberontakan petani yang dipimpin oleh Liu Jialun di Yan'an.[4]
Kemudian pada 618, Li Yuan (Kaisar Gaozu dari Tang) memberontak dan mendirikan Dinasti Tang dan menyerang wilayah komando Qutu Tong. Awalnya, ia berhasil mengalahkan pasukan Tang yang dipimpin oleh Liu Wenjing. Namun karena persediaan terbatas dan semangat juang yang kurang, Qutu Tong dikalahkan oleh pasukan Tang. Ia bersama wakilnya, Sang Xianhe menyerah kepada Dinasti Tang dan Li Yuan mengangkatnya sebagai Menteri Perang.[5] Tidak lama kemudian, ia menjadi pengikut Li Shimin, Pangeran Qin dan menjadi kepala sekretaris pasukannya. Bersama Li Shimin, Qutu Tong ikut serta dalam banyak pertempuran selama perang penyatuan. Pada paruh kedua tahun 618, Li Shimin mengalahkan Xue Renguo, panglima perang yang berbasis di Jincheng, selama Pertempuran Qianshuiyuan. Setelah pertempuran ini, banyak jenderal Tang merebut harta dari gudang Xue Renguo, tetapi Qutu Tong menolak untuk bergabung dengan mereka. Karena itu, ia dipuji oleh kaisar.[6]
Dari 619 sampai 620, Qutu Tong mengikuti Li Shimin dalam mengalahkan Liu Wuzhou, raja perang yang berposisi di Shanxi utara. Kemudian pada 621, ia mengikuti Li Shimin dan Li Yuanji memimpin pasukan melawan Wang Shichong, raja perang Luoyang.