Quilotoa ([kiloˈto.a]) adalah danau kawah yang terisi air dan merupakan gunung berapi paling barat di Pegunungan Andes Ekuador. Kaldera seluas 3 kilometer terbentuk akibat runtuhnya gunung berapi dacite setelah letusan dahsyat VEI-6 sekitar 800 tahun yang lalu. Letusan ini menghasilkan aliran piroklastik dan lahar yang sampai ke Samudra Pasifik serta menyebarkan abu vulkanik di seluruh Andes utara.[1] Letusan terakhir ini, dikenal sebagai letusan Plinian tahun 1280, terjadi setelah periode dormansi selama 14.000 tahun.[2] Pada fase keempat dari tujuh fase erupsi, sifatnya phreatomagmatik, menandakan bahwa danau kawah sudah terbentuk pada saat itu. Sejak itu, kaldera mengumpulkan danau kawah setinggi 250 meter, yang berwarna kehijauan karena mineral terlarut. Fumarol ditemukan di dasar danau, dan sumber air panas muncul di sisi timur gunung berapi.[3]
Quilotoa kini menjadi tujuan wisata populer. Jalur menuju "puncak" (desa kecil Quilotoa) biasanya ditempuh dengan truk atau bus sewaan dari Zumbahua yang berjarak 17 km ke selatan, atau lebih umum dengan bus dari Latacunga. Biaya masuk untuk wisatawan adalah dua dolar AS per orang. Di sekitarnya terdapat sejumlah hostel sederhana yang menyediakan layanan seperti kuda tunggang dan pemandu wisata. Aktivitas utama adalah mendaki mengelilingi kaldera, dengan jarak tempuh 4–5 jam untuk melintasi kaldera seluas lebih dari 3 km.
Topografi dan medan pendakian:
Tepi kaldera sangat tidak teratur, dengan titik tertinggi 3.810 m di utara, 3.894 m di barat laut, dan 3.915 m di tenggara pada tiga kubah lava.
Jalur pendakian sepanjang 10 km bersifat berpasir dan curam di beberapa titik, yang dapat melelahkan, terutama saat berkabut.
Pendakian turun dari viewpoint memakan waktu setengah jam, dan kembali naik dengan 280 meter ketinggian vertikal memerlukan 1–2 jam.
Penginapan di dasar kaldera sangat sederhana, dan kemping diperbolehkan, namun air minum tidak tersedia kecuali botol setengah liter yang dijual di hostel.[4]
Informasi danau:
Permukaan danau berada pada ketinggian 3.500 m di atas permukaan laut.
Volume total air di Danau Quilotoa adalah 0,35 km³.
Menurut penduduk lokal, tinggi permukaan danau menurun secara perlahan selama 10 tahun terakhir.
Deposito travertin ditemukan sepanjang tepi danau, hingga 10 meter di atas permukaan danau (tahun 2000).[3]
Desa Quilotoa dan kawahnya juga menjadi titik awal populer dalam Quilotoa Loop dan merupakan titik awal rute pendakian “Quilotoa Traverse”, jalur multi-hari antar-desa.
Pariwisata
Quilotoa merupakan tujuan wisata alam populer di Ekuador, terutama bagi pendaki dan pengunjung yang tertarik pada geologi vulkanik. Desa Quilotoa berfungsi sebagai titik awal untuk mengakses kaldera, biasanya ditempuh dengan bus atau truk sewaan dari Zumbahua (17 km ke selatan) atau dari Latacunga. Biaya masuk ditetapkan sebesar dua dolar AS per orang.
Aktivitas wisata utama meliputi:
Pendakian mengelilingi kaldera, dengan jarak tempuh sekitar 4–5 jam untuk melintasi kaldera seluas lebih dari 3 km.
Kemping di dasar kawah, meskipun fasilitas air minum sangat terbatas; air kemasan dapat dibeli di hostel setempat.
Wisata trekking multi-hari, seperti Quilotoa Loop dan Quilotoa Traverse, yang menghubungkan desa-desa sekitar kaldera dan menawarkan pengalaman budaya dan alam sekaligus.
Aktivitas fotografi dan observasi alam, mengingat warna hijau unik danau serta pemandangan kaldera yang dramatis.
Di sekitar kawasan wisata terdapat hostel sederhana yang menyediakan layanan pemandu dan transportasi hewan (kuda/mule) bagi pengunjung yang ingin menjelajahi kaldera dengan cara berbeda. Cuaca di daerah ini dapat berubah dengan cepat, dan jalur pendakian memiliki medan berbatu dan berpasir, sehingga pengunjung disarankan untuk menyiapkan perlengkapan yang sesuai dan berhati-hati, terutama saat berkabut.[4]
Akses dan Fasilitas
Pemerintah lokal dan pengelola wisata setempat telah menyediakan jalur yang relatif aman untuk pejalan kaki, titik pandang (viewpoint), dan fasilitas dasar bagi wisatawan. Meskipun demikian, kawasan ini tetap mempertahankan suasana alami dan relatif belum terkomersialisasi secara berlebihan, menjadikannya salah satu tujuan unggulan bagi ekowisata di Ekuador.[5]