Purnomo menekuni olahraga atletik khususnya lari karena terinspirasi kesuksesan Mohammad Sarengat, pelari legendaris Indonesia lain yang juga berasal dari keluarga sederhana namun mampu berprestasi di tingkat internasional. Purnomo mengikuti kejuaraan atletik antar pelajar pertama kali saat kelas 3 SMA. Pada saat itu ia berlomba dengan hanya hanya mengenakan kaos kaki karena tak mampu membeli sepatu. Sebagai sprinter, ia meraih medali emas lari 100 meter putra di Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985, beberapa kali di SEA Games, dan satu-satunya pelari Asia yang lolos semifinal lari 100 meter putra di Olimpiade 1984 Los Angeles.
Purnomo menikahi R.Ay. Endang Irmastiwi dan dikaruniai empat orang anak laki-laki. Setelah mundur dari lintasan, ia aktif di organisasi olahraga yang mengurus mantan atlet-atlet Olimpiade Indonesia. Belakangan, ia juga aktif di politik sebagai kader Partai Gerakan Indonesia Raya, menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemuda dan Olahraga.[4][5]
Pada tanggal 15 Februari 2019, Purnomo meninggal karena penyakit kanker yang telah beberapa tahun dideritanya.[6]
Prestasi
Medali perak Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
Medali perak Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
Medali emas Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985
Medali emas lari 200 m SEA Games Bangkok 1985
Medali emas estafet 4 x 100 m SEA Games Bangkok 1985 (bersama Tim Indonesia)
↑Evans, Hilary; Gjerde, Arild; Heijmans, Jeroen; Mallon, Bill; etal. "Mohamed Purnomo Olympic Results". Olympics at Sports-Reference.com (dalam bahasa Inggris). Sports Reference LLC. Diarsipkan dari asli tanggal 18 April 2020. Diakses tanggal 3 July 2017.