Puracit adalah salah satu kue tradisional dari suku Banjar, Kalimantan Selatan. Kue ini serupa dengan Putu Mayang, Putu Mayam dan SerabiPetulo berdasarkan tampilan fisiknya. Namun, terdapat beberapa hal yang membedakan Puracit dengan ketiga kue tersebut.[butuh rujukan]
Puracit umumnya berwarna putih, sedangkan putu mayang hadir dengan tampilan berwarna-warni. Serabut pada Puracit juga lebih kecil dan sehingga terlihat sepert bihun atau rambut, sedangkan Putu mayang terlihat lebih tebal dan kenyal. Puracit menggunakan tepung beras dan Putu mayang menggunakan tepung kanji atau tepung beras.[1] Kuah dari puracit juga menggunakan telur untuk menciptakan rasa lemak manis, sedangkan Putu Mayang[butuh rujukan]
Pembuatan
Beberapa pembuat kue ini percaya kalau adonan yang baik terbuat dari tepung beras usang, yaitu beras yang sudah berusia diatas 6 bulan.[butuh rujukan]