Pura ini secara spesifik terletak di Jalan Kertarajasa yang berada dalam Komplek Kartanegara / Pagas milik Lanud Abdulrachman Saleh. Kemudian secara administratif pura ini masuk ke dalam wilayah Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Akses menuju pura ini dapat dilewati dengan mudah yang dapat ditempuh sekitar 20 menit dari Kota Malang, 45 menit dari Kota Batu, dan sekitar 10 menit dari Gerbang Tol Singosari yang merupakan ruas Jalan Tol Trans-Jawa. Akses tersebut juga dipermudah dengan banyak papan penunjuk lokasi yang sudah tersebar di hampir seluruh ruas jalan menuju ke pura ini.
Sejarah Pendirian
Melalui berbagai survei lokasi, kajian, dan tinjauan dari berbagai pihak seperti para tokoh dan warga Hindu, serta dukungan dari TNI AU dan pemerintah daerah Malang Raya. Disetujuilah pembangunan dengan menggunakan tanah seluas 1 hektar dengan rencana penggunaan sebagai bangunan utama pura, lahan parkir, ruangan bagi pinandita, dan lain-lain yang terletak di dalam Komplek Kartanegara Lanud Abdulrachman Saleh. Peletakan batu pertama dan penanaman pohon beringin pada tanggal 18 Agustus 1975 merupakan tanda dimulainya pembangunan pura. Adapun asal nama "Pura Bhuvana Kertha" adalah pemberian dari Ida Pedanda Made Kemenuh dari Singaraja, Buleleng, Bali.
Pembangunan pura ini terbagi menjadi beberapa tahap yang dilakukan sesuai dengan skala prioritas kala itu. Beragam renovasi dan peremajaan telah dilakukan beberapa kali dengan data yang terangkum adalah sebagai berikut:
Tahap Pertama di tahun 1975.
Tahap Kedua di tahun 1977.
Tahap Ketiga di tahun 1981.
Tahap Keempat di tahun 1991.
Tahap Kelima di tahun 2000.
Tahap Keenam di tahun 2003.
Piodalan
PurnamaKadasa merupakan waktu dilaksanakannya Piodalan [1] di Pura Bhuvana Kertha. Terkini telah dilaksanakan Piodalan ke-49 pada hari Sabtu tanggal 12 April 2025.
Piodalan Pura Bhuvana Kertha ke-50 akan dilaksanakan pada Kamis tanggal 2 April 2026.
Arsitektur
Bangunan dari pura ini merupakan perpaduan arsitektur Bali, Jawa dan modern.
Tri Mandala dan Fasilitas Lainnya
Di dalam area Pura Bhuvana Kertha terdapat Ashram dari Ida Pandita Dharma Satya Nirmala, Ruang Suci bagi para pinandita sejumlah tiga ruangan, dan gedung untuk kegiatan Pasraman yang dilaksanakan setiap hari Minggu. Lalu sebagaimana pura pada umumnya, Pura Bhuvana Kertha memiliki tiga bagian atau mandala yaitu Nistha Mandala, Madya Mandala, dan Uttama Mandala. Terdapat pula Pura Tamansari yang terletak di sisi timur dari Nistha Mandala.
Rincian dari mandala tersebut adalah sebagai berikut:
- Pada zona Nistha Mandala terdapat kantin Amerta Sari, toilet, dan area parkir dengan lapangan voli semi-permanen. Masih terawat pula pohon beringin yang ditanam kala peletakan batu pertama.
- Kemudian pada Madya Mandala terletak Bale Kulkul, dapur, dan Bale Wantilan.
- Serta di dalam Uttama Mandala terdapat Padmasana yang merupakan zona tersuci dalam lingkungan pura, dengan Kori Agung sebagai gerbang menuju zona ini.
Meskipun terletak di dalam lingkungan TNI AU, pura ini tidak pernah menjadi eksklusif untuk kalangan tentara saja. Justru karena letaknya yang strategis, Pura Bhuvana Kertha menjadi jujugan dari umat Hindu di berbagai kalangan baik pekerja maupun mahasiswa di Malang Raya, bahkan sebagian kecil dari Kabupaten Pasuruan bagian selatan yang menjadikan pura ini sebagai lokasi untuk bersembahyang, bersosialisasi dan berkegiatan, sekadar mencari keheningan, bahkan sekadar mampir setelah berjalan-jalan.
Cakupan Wilayah
Pura Bhuvana Kertha juga menjadi pura induk dari beberapa pura yang ada di wilayah Malang Utara. Pura tersebut merupakan cakupan dari pesantian [2] yang ada di lingkungan Pura Bhuvana Kertha, antara lain:
Terdapat pula Pesantian Lanud yang diperuntukkan bagi prajurit TNI AU yang bertugas di Lanud Abdulrahman Saleh, Pesantian Singosari bagi warga sipil di lingkungan kecamatan Singosari, dan Pesantian Sukorejo untuk masyarakat yang bermukim di Pasuruan bagian selatan.
Total terdapat 6 pesantian dalam cakupan utama Pura Bhuvana Kertha yang membentuk sebuah organisasi bernama Paguyuban Suka Duka Hindu Dharma Banjar Singosari.
Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya, Banjar Singosari berkoordinasi secara kontinyu dengan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di tingkat Kabupaten Malang dan juga PHDI tingkat kecamatan. Koordinasi tersebut seiring sejalan pula dengan organisasi sosial kemasyarakatan bagi wanita Hindu, bernama Wanita Hindu Dharma Indonesia / WHDI [3] yang berkedudukan di kecamatan Singosari dan Lawang, serta di tingkat kabupaten.
Susunan Pengurus Paguyuban Suka Duka Hindu Dharma Banjar Singosari adalah sebagai berikut:
Pengurus Banjar Singosari
Periode 2024-2026
Jabatan
Nama
Ketua Umum
Bpk. I Ketut Ugrayana
Ketua I
Bpk. I Nengah Gunung Jati
Ketua II
Bpk. I Nengah Sastra
Sekretaris I
Bpk. I Nyoman Susipta
Wakil Sekretaris I
Sdr. Imam
Wakil Sekretaris II
Sdri. Ni Putu Ayu Widyantari
Bendahara Umum
Bpk. I Made Artawan
Bendahara I
Sdri. Devita Ayu Purnamasari
Bendahara II
Sdri. Acarya Savitri Swastika
Bidang Yadnya
Bidang Prasarana
Bidang Kepemudaan
Terkhusus bidang Kepemudaan, diberikan keleluasaan untuk membentuk kepengurusan sendiri dengan nama resmi Teruna-Teruni Bhuvana Kertha dan nama periode kepengurusan sebagai Bhuvana Kertha Youth Connect.[4]
Teruna-Teruni Bhuvana Kertha Singosari
Jabatan
Nama
Ketua
I Kadek Dwi Yudhistira Sidhanta
Wakil Ketua I
Made Suputra Wisnu Wardhana
Wakil Ketua II
Putu Abhisathya Kinandana
Sekretaris I
Putu Fajar Pranidhana
Sekretaris II
Gandhini Anggita Devi
Bendahara I
Devi Ayu Saraswati
Bendahara II
I Putu Indra Swastika Yudha
Biro Kreator Konten I
Dimas Waskitha Widagda
Biro Kreator Konten II
Ida Ayu Dainika Pitaloka
Beranggotakan seluruh pemuda Hindu dalam naungan Pura Bhuvana Kertha
Galeri
Referensi
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.