Pulau ini memiliki hubungan dengan Pulau Tanggulomato, dimana jasad korban pertempuran di pulau tersebut dibawa oleh perompak ke pulau Tapa. Jasad korban pertempuran dijempur dan dijadikan makanan oleh perompak Mindanao, yang dinamakan hi tapata, yang menjadi nama pulau ini, Pulau Tapata atau Pulau Tapa.[2]
Kondisi
Pantai di pulau Tapa Da'a ditumbuhi oleh mangrove dan perdu di bagian pulau yang landai. Sebagian pantai berpasir dan sebagiannya lagi berbatu. Pada kondisi air laut yang pasang, permukaan pulau Tapa Da'a akan terendam air.[1]
Jenis karang yang ada di Pulau Tapa Da’a relatif sedang dengan persebaran kelompok karang keras dan karang lunak cukup merata di perairan pesisir pulau. Adapun dominansi jenis karang relatif rendah dengan jenisnya adalah Acropora sp. dan Fafia Lizedensisi.[1]
Padang lamun
Adapun jenis lamun yang ada di perairan Pulau Tapa Da’a cenderung heterogen dengan jenis lamunnya adalah Enhalus, Sirigidium sp. dan Thalasia sp.[1]
Kondisi fisik dan kimia
Kondisi fisika perairan di pulau Tapa Da’a menunjukkan kecerahan sedang yaitu mencapai 80%, dengan suhu perairan 280C dan kecepatan arus 0,26 m/s. Oksigen terlarut perairan sebesar 8 mg/l, nilai salinitas 24o/oo. Adapun hasil pengukuran kandungan nutrient terlarut yang meliputi amonia, nitrat, nitrit, dan fosfat berturut-turut adalah 0.03 mg/l, 0,51 mg/l, 0.28 mg/l, dan 0.21 mg/l.[1]
Pulau Tapa kiki
Pulau Tapa kiki merupakan pulau yang berada di sekitar pulau Tapa Da'a dan berukuran lebih kecil.[2]
123Batubara, Rido (2016). Gorontalo, Antara Teluk Tomini dan Laut Sulawesi. Jakarta: Kompas. hlm.156. ISBN978-979-709-976-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)