Pulau Serutu adalah salah satu pulau yang terdapat pada kawasan Kepulauan Karimata, yang termasuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Barat.[1] Secara astronomis, pulau ini berada pada koordinat 1°43' LS dan 108°44' BT, serta merupakan pulau yang terletak paling barat daya di kawasan kepulauan tersebut. Secara umum, kawasan perairan di sekitar pantai pulau ini cukup aman untuk pelayaran. Namun, bagian teluk-teluk kecil serta ceruk di sekitarnya cenderung dangkal dan memiliki rintangan bawah laut.[2]
Pulau Serutu memiliki karakteristik topografi yang didominasi oleh pegunungan dengan kawasan pesisir berupa tebing batu yang curam. Titik tertinggi pulau berupa sebuah puncak dengan ketinggian kira-kira 480 meter yang terletak di bagian tengah pulau. Pada sisi barat laut, terdapat semenanjung berbatu yang apabila diamati dari arah barat akan terlihat menyerupai sebuah pulau kecil yang terpisah.[2]
Iklim di pulau ini ialah iklim sedang dengan suhu harian rata-rata berkisar 15 °C. Periode dengan suhu tertinggi jatuh pada bulan April yang mencapai 24 °C, sementara periode terdingin terjadi pada bulan Januari dengan suhu turun hingga 0 °C.[4] Curah hujan tahunan rata-rata mencapai 2.933 milimeter. Bulan Desember menjadi periode dengan intensitas hujan tertinggi sebesar 553 milimeter, sedangkan tingkat curah hujan terendah terjadi pada bulan September dengan volume hanya 42 milimeter.[5]
Area perairan dekat pesisir utara sering kali dilanda badai angin kencang (squall) mendadak yang bertiup dari daratan saat memasuki periode Muson Tenggara (musim kemarau).[2]
Navigasi pelayaran
Terdapat sebuah suar yang dilengkapi dengan perangkat pemancar sinyal pandu (racon). Perangkat navigasi ini dibangun di atas struktur menara rangka besi setinggi 25 meter. Menara tersebut berada di atas sebuah perbukitan dengan jarak sekitar 1 mil masuk ke arah daratan dari ujung barat pulau. Selain itu, terdapat laporan mengenai titik kedalaman laut spesifik sedalam 25,6 meter pada posisi 9 mil di sebelah barat-barat daya dari lokasi suar.[2]
Antara Pulau Serutu dan Pulau Karimata terbentang sebuah alur laut dalam yang aman untuk dilayari kapal. Selat ini memiliki lebar jalur sekitar 2,5 mil dihitung di antara batas garis kedalaman 11 meter. Punggungan atau dangkalan pasir bawah laut yang membentang sejauh 5 mil ke arah selatan dari Tanjung Dungu membentuk sisi sebelah timur dari jalur pelayaran ini. Adanya batas beting pasir bawah laut tersebut biasanya dapat diidentifikasi secara visual lewat perubahan warna air laut yang tampak hijau muda di permukaan.[2]
Prasasti
Di Pulau Serutu terdapat jejak sejarah dari akhir abad ke-13 berupa tiga buah prasasti beraksara Tionghoa, yaitu Prasasti Pasir Kapal serta Prasasti Pasir Cina I dan II. Ketiga prasasti ini menjadi bukti arkeologis persinggahan armada Mongol utusan Kublai Khan dari Dinasti Yuan dalam misi invasi menuju Pulau Jawa. Hal tersebut sekaligus menegaskan bahwa Pulau Serutu merupakan salah satu titik dalam jalur pelayaran ekspedisi militer tersebut.[3]