Pulau Junshan terdiri dari 72 puncak yang ada di pulau berbentuk oval ini. Awalnya disebut "Gunung Xiang" (湘山) pada masa kuno atau merujuk kepada "Gunung Dongting" (洞庭山).[2]
Pulau Junshan penuh dengan situs bersejarah seperti Makam Xiangfei (湘妃墓). Menurut legenda, diceritakan bahwa sekitar 4.000 tahun yang lalu selama kunjungan inspeksi Kaisar Shun ke selatan, dua selir yang bernama "Ehuang" (娥皇) dan "Nüying" (女英) menemaninya ke Danau Dongting, tetapi mereka terganggu karena terjadi badai. Ketika mereka mendengar bahwa Kaisar Shun telah meninggal, tiba-tiba mereka menangis dengan teramat pilu dan sedih sekali, sampai-sampai tetesan air mata mereka mampu mengubah bambu biasa menjadi bambu belang-belang. Kedua selir ini pun meninggal tidak lama kemudian karena kesedihan yang luar biasa, kemudian penduduk setempat membangun sebuah makam di Pulau Junshan untuk mengenang mereka.[2]
Pulau Junshan menghasilkan banyak makanan khas setempat, di antaranya yang paling terkenal adalah Teh Jarum Perak Junshan (君山銀針茶) atau terkenal juga dengan sebutan "Emas bertatahkan giok" (金鑲玉). Teh ini terdaftar sebagai penghormatan kepada keluarga kekaisaran Dinasti Tang (618-907). Bentuk daun teh emasnya menyempit dan tipis seperti jarum, dibalut dengan lapisan filamen putih. Saat teh ini sedang diseduh, daun teh pertama-tama melayang di permukaan dan kemudian tenggelam dengan posisi vertikal seolah-olah seperti pedang yang berdiri sehingga menciptakan fenomena unik di cangkir teh.[3]
Zhu Xiang (2014). 《湖南地理》 [Geography of Hunan] (dalam bahasa Tionghoa). Beijing: Beijing Normal University Press. ISBN978-7-303-14646-8.
Wei Ming (2013). "Dongting Lake". Famous Lakes in China (dalam bahasa Inggris and Tionghoa). Huangshan, Anhui: Huangshan Publishing House. ISBN978-7-5461-2500-8.
Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.