Nama Britania ditambah "Raya" (bahasa Latin:Britannia majorcode: la is deprecated , bahasa Prancis:Grand-Bretagnecode: fr is deprecated , lit. "Britania Besar") digunakan untuk membedakan dengan wilayah Bretagne/Brittany (bahasa Latin:Britannia minorcode: la is deprecated , lit. Britania Kecil) di Prancis. Karena bahasa resmi pemerintahan Inggris mulai dari tahun 1066 adalah bahasa Prancis, maka nama ini terus dipakai sampai bahasa Inggris menjadi bahasa resmi. Oleh para sejarawan, nama "Bretayne the Grete" dipakai pada tahun 1338. Namun, secara resmi nama ini baru dipakai oleh Raja James I pada tanggal 20 Oktober 1604. Kala itu dia bersumpah menyatakan bahwa dia adalah "Raja Britania Raya", sebab wilayahnya meliputi Skotlandia, Inggris, dan Wales.
Terminologi
Toponimi
Penamaan pulau-pulau di sebelah barat laut daratan Eropa pertama kali diketahui dari para penulis Yunani dan Romawi Kuno. Kepulauan ini dianggap berada di ujung dunia yang dikenal; yang dihuni oleh orang barbar, makhluk fantasi, dan orang aneh serta dipenuhi misteri. Laporan pertama yang diduga memuat keberadaan kepulauan ini berasal dari tulisan Herodotus pada sekitar abad ke-5 SM yang menuliskan kepulauan bernama Cassiterides, meski tidak ada informasi lain selain nama pulau.[10]
Sementara nama Britania sendiri muncul dalam tulisan Pytheas dari Massalia, seorang penjelajah Yunani yang pergi ke pulau Britania Raya sekitar tahun 325 SM. Tulisan asli Phyteas tidak dapat ditemukan, tetapi telah menjadi rujukan bagi para ahli geografi, termasuk Diodoros Sikolos yang menuliskan nama salah satu pulaunya 'Pretannike.' Dalam teks Yunani dan Latin kuno, huruf 'p' sering kali menjadi 'b', sehingga nama pulau ini menjadi Britannia. Penulisan dan arti nama ini masih belum jelas, tetapi kemungkinan besar berasal dari bahasa Kelt 'Pretani', yang berarti 'orang-orang yang dilukis.'[10]
Pembedaan nama pulau Britania dengan wilayah Britanny di Prancis mulai dilakukan pada sekitar abad ke-6. Pada abad ke-7 M, Britanny disebut sebagai 'Britannia in paludibus'; sementara pulau Britania disebut 'magna insula Britannia' yang berarti 'pulau besar Britania'. Sebagai contoh, pada 736 Æthelbald menggunakan istilah 'Rex Britanniae' untuk menyebut dirinya.
Pembedaan ini semakin krusial pada masa Invasi Norman ke Britania. William sang Penakluk menyebut dirinya 'tocius Britannie monarches'; sementara William II menyebut 'monarches Britanie'.Bangsa Norman adalah tetangga dekat bangsa Breton; ada banyak orang Breton sebagai ksatria yang menemani William I dan mendapat hadiah tanah di Inggris. Perbedaan antara kedua Britania ini dijelaskan oleh Walter dari Arras sebagai berikut: "orang-orang yang tinggal di sana berbeda, orang Inggris berada di Britania besar, tetapi bangsa Norman penguasanya, sementara orang Breton tinggal di Britania kecil."[12]
Penggunaan modern istilah Britania Raya
Britania Raya secara geografis mengacu pada nama pulau. Secara politis, nama ini merujuk pada keseluruhan negara Inggris, Skotlandia dan Wales, termasuk pulau-pulau kecil di lepas pantainya.[13] Secara teknis, "Britania Raya" tidak mencakup Irlandia Utara, jadi istilah ini kurang tepat untuk merujuk pada keseluruhan Kerajaan Bersatu yang mencakup Irlandia Utara, meskipun Kamus Bahasa Inggris Oxford menyatakan "...istilah ini juga digunakan secara longgar untuk merujuk pada Kerajaan Bersatu."[14][15]
Demikian pula, Britania dapat merujuk pada semua pulau di Britania Raya, atau hanya pulau terbesarnya saja, atau pengelompokan negara secara politik.[16] Tidak ada perbedaan yang jelas, bahkan dalam dokumen pemerintah: buku tahunan pemerintah Britania Raya menggunakan kedua istilah Britania[17] dan Kerajaan Bersatu.[18]
Di Internet, .uk adalah ranah internet tingkat teratas untuk Britania Raya. Ranah internet .gb digunakan secara terbatas, tetapi kini tidak digunakan lagi. Meskipun domain ini masih tersedia (terutama oleh organisasi pemerintah dan penyedia email), tetapi domain ini tidak akan menerima pendaftaran baru.
Secara politis, Britania Raya merujuk pada keseluruhan wilayah Inggris, Skotlandia, dan Wales. Britania Raya juga meliputi kepulauan yang termasuk bagian dari Inggris, Wales, dan Skotlandia, seperti Isle of Wight, Anglesey, Kepulauan Scilly, Hebrides, dan gugusan kepulauan Orkney dan Shetland. Wilayah Irlandia Utara, Isle of Man dan Kepulauan Channel tidak termasuk di dalamnya.
Sejak 1603, penyatuan personal antara Inggris dan Skotlandia telah berlangsung ketika James Charles Stuart mewarisi takhta Kerajaan Inggris, sehingga memiliki gelar ganda sebagai James VI dari Skotlandia dan James I dari Inggris. Sementara penyatuan politik yang secara resmi menyatukan kerajaan Inggris dan Skotlandia terjadi pada 1707 dengan pengesahan Undang-undang Persatuan yang meratifikasi Perjanjian Persatuan 1706 dan menggabungkan parlemen kedua kerajaan. Penyatuan dua kerajaan ini menghasilkan Kerajaan Britania Raya, sehingga untuk pertama kalinya, kerajaan menguasai seluruh pulau Britania Raya.[21]
Sejarah
Masa prasejarah
Setidaknya sejak zaman Pleistosen Awal, pulau Britania Raya terhubung dengan daratan Eropa yang memungkinkan migrasi manusia dan hewan. Hingga sekitar 130 ribu tahun lalu, terdapat celah sempit yang menghubungkan Britania dengan daratan utama; ketika celah ini akhirnya terpisah, maka terbentuklah pulau dan Selat Dover.[22]
Happisburgh, Norfolk yang terletak di pesisir timur Inggris menjadi lokasi penemuan bukti tertua manusia di kepulauan Britania pada sekitar 850.000-900.000 tahun lalu dengan penemuan alat batu tertua di Eropa barat laut. Selain itu, terdapat penemuan jejak kaki—meski tidak ada fosil—yang diperkirakan milik Homo antecessor, satu-satunya spesies hominin yang diketahui di Eropa pada masa itu. Hominin dan manusia purba, termasuk Neanderthal, diperkirakan menetap di Britania selama masa itu hingga 40.000 tahun lalu. Pada periode ini, spesies Homo sapiens tiba di Inggris, berdasarkan temuan di Gua Kents, Devon.[22]
Pada periode Neolitikum (3950-2450 SM), sekitar 80% masyarakat Britania awal adalah keturunan Petani Eropa Awal dari Anatolia yang bermukim sekitar 2 milenia sebelumnya; sementara 20% lainnya berasal dari masyarakat pemburu-pengumpul dari Eropa Barat, yang kemudian kawin campur dengan suku bangsa Eropa daratan. Sekitar 2450 SM, ada migrasi baru yang membawa kebudayaan Bell Beaker; studi genetik menunjukkan mereka berasal dari stepa Pontus-Kaspia sekitar 3000 SM. Pada akhir Zaman Perunggu, diperkirakan terjadi penyebaran bahasa Keltik dari Prancis ke Britania.[23]
Pada era Zaman Besi, pulau Britania Raya didiami beragam suku bangsa Keltik yang bermigrasi dari Prancis.[24]
Britania Raya Romawi
Kepulauan Britania Raya telah menjadi target invasi Kekaisaran Romawi setidaknya sejak masa Julius Caesar pada 55 SM, tetapi tidak berhasil sepenuhnya. Para penguasa Romawi setelah dia mencoba beberapa kali untuk membangun serangan, tetapi belum membuahkan hasil. Invasi sukses pertama terjadi pada masa Kaisar Claudius pada 43 M. Hal ini diperingati dengan pendirian gerbang peringatan di Roma yang menunjukkan penaklukan 11 penguasa setara raja di Britania. Romawi menjadikan Britania sebagai salah satu provinsi dan berkuasa selama 400 tahun hingga kejatuhan imperium pada 410 M.[24][25]
Kekaisaran Romawi mendorong perubahan besar dalam masyarakat Britania, terutama di bidang militer dan pemerintahan. Romawi memperkenalkan tata kota, jalan, garnisun militer, pemerintahan terpusat, perpajakan, bahasa Latin, dan agama Kristen. Selain itu, banyak peninggalan sumber tertulis dan arkeologis tentang kehidupan di Britania Raya pada masa itu. Di beberapa tempat di Britania Raya masih dapat ditemukan peninggalan berupa bangunan seperti Tembok Hadrianus maupun pemandian (Thermae).[25]
Abad Pertengahan
Selama mayoritas Abad Pertengahan (410-1485 M), wilayah pulau Britania Raya dikuasai oleh beberapa kerajaan berbeda. Pada periode ini, kerajaan-kerajaan tersebut mengkonsolidasikan kekuatan untuk memperluas wilayah sekaligus kekuasaannya hingga di luar pulau. Invasi bangsa Norman menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah Britania abad Pertengahan.
Catatan
↑Definisi politik Britania Raya adalah negara gabungan antara Inggris, Skotlandia, dan Wales termasuk sejumlah pulau lepas pantai, seperti Pulau Wight, Anglesey, dan Shetland yang secara geografis bukan merupakan bagian dari Britania Raya. Gabungan ketiga negara itu menghasilkan total wilayah seluas 234,402km2 (90,503sqmi).[6]
Referensi
↑"Island Directory". Islands (dalam bahasa Inggris). Jenewa, Swiss: Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-08. Diakses tanggal 9 Agustus 2015.
↑2011 Census: Population Estimates for the United Kingdom. Pada sensus tahun 2011, populasi Inggris, Wales, dan Skotlandia diperkirakan sekitar 61.370.000, terdiri atas 60.800.000 di Britania Raya dan 570.000 di pulau-pulau lainnya. Diakses tanggal 23 Januari 2014
↑"Islands by Land Area". Islands (dalam bahasa Inggris). Jenewa, Swiss: Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-01. Diakses tanggal 9 Agustus 2015.
↑"The countries of the UK" (dalam bahasa Inggris). Office for National Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Januari 2016. Diakses tanggal 9 Juni 2016.
↑"Population Estimates"(PDF). National Statistics Online. Newport, Wales: Office for National Statistics. 24 Juni 2010. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 14 November 2010. Diakses tanggal 24 September 2010.
↑Oxford English Dictionary, Oxford: Oxford University Press, diarsipkan dari asli tanggal 4 October 2013, Britania Raya: Inggris, Wales, dan Skotlandia dianggap sebagai satu kesatuan. Nama ini juga sering digunakan secara longgar untuk merujuk pada Kerajaan Bersatu. Britania Raya adalah nama pulau yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, dan Wales, meskipun istilah ini juga digunakan secara longgar untuk merujuk pada Kerajaan Bersatu. Kerajaan Bersatu adalah unit politik yang mencakup negara-negara ini dan Irlandia Utara. Kepulauan Britania adalah istilah geografis yang mengacu pada Kerajaan Bersatu, Irlandia, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti Hebrides dan Kepulauan Channel.
↑Brock, Colin (2018), Geography of Education: Scale, Space and Location in the Study of Education, London: Bloomsbury, Wilayah politik Irlandia Utara bukanlah bagian dari Britania, tetapi merupakan bagian dari negara 'Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara' (UK). Britania Raya terdiri dari Inggris, Skotlandia, dan Wales.
↑Britain, Oxford English Dictionary, diarsipkan dari asli tanggal 22 July 2011, Britain:/ˈbrɪt(ə)n/ pulau yang terdiri dari Inggris, Wales, dan Skotlandia. Nama ini secara umum identik dengan Britania Raya, tetapi bentuk yang lebih panjang tersebut lebih umum digunakan untuk unit politik.