Film tersebut mengisahkan tentang pewaris satu-satunya keluarga pembuat kapal Pinisi, Dewa Rucci. Ia tidak mau melanjutkan usaha pembuatan kapal milik Puang Sinar yang merupakan ayahnya. Dewa malah asyik motoran bersama teman-temannya. Di sisi lain, kayu Na'nasa sebagai bahan baku kapal Pinisi sedang krisis. Ketika kemudian Dewa Rucci bertemu kembali dengan Pertiwi, cinta masa lalunya yang belum selesai.