Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Psikosis adalah kondisi psikologis seseorang yang menyebabkan kesulitan membedakan antara yang nyata dan tidak nyata.[1] Gejala psikosis diantaranya delusi dan halusinasi.[1] Gejala lainnya yaitu ketidakteraturan dalam berbicara dan perilaku yang tidak sesuai dengan situasi.[1] Psikosis juga dapat ditunjukkan dengan gangguan tidur, penghindaran sosial, kurangnya motivasi, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.[1] Psikosis dapat menyebabkan dampak yang serius; penderita dapat menyakiti orang lain dan dirinya sendiri, termasuk bunuh diri.[1]
Penanganan dapat berupa antipsikotik atipikal, psikoterapi, dan dukungan sosial.[11][12] Penanganan gejala lebih awal dapat meningkatkan hasil.[11] Sedangkan obat-obatan diyakini hanya memberi dampak yang moderat.[13][14] Hasil dari penanganan psikosis tergantung pada penyebabnya.[12] Di Amerika Serikat, sekitar 3% orang mengalami psikosis pada suatu waktu di dalam kehidupan mereka..[11] Psikosis telah dijelaskan sejak abad ke-4 sebelum masehi oleh Hippocrates, dan mungkin lebih awal lagi, yaitu abad ke-16 sebelum masehi di dalam papirus Ebers kebudayaan Mesir Kuno.[15][16]