Proyek Bahaya Laten, sebuah nama yang cukup mengerikan saat membacanya pertama kali. Grup ini terdiri dari tiga musisi antar daerah yang vokal menyuarakan kemunafikan, ketidakadilan, dan banyak isu sosial lainnya. Mereka adalah Jason Ranti, Iksan Skuter, dan Sisir Tanah. Hadir di saat polemik RUU Permusikan sedang hangat-hangatnya. Ketiganya telah merekam proyek kolaborasi mereka di studio rekaman legendaris di Jawa Tengah yakni Studio Lokananta di Surakarta. Dirilis bertepatan hari perayaan cinta 14 Februari, album mereka nantinya diharapkan dapat dirayakan dengan cinta kasih. Seminggu kemudian, sebuah pertunjukan live dijadwalkan untuk dilakukan oleh Proyek Bahaya Laten di tanggal 21 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta.[2]
Embrio Proyek Bahaya Laten mulai muncul saat ketiga musisi tersebut kerap kali tampil dalam pertunjukan yang sama. Ide tersebut akhirnya berkembang menjadi gagasan untuk membuat album kolaborasi. Mereka kemudian sepakat untuk mencuplik nama Proyek Bahaya Laten dari salah satu tema lagu milik Jason Ranti. "Istilah itu kemudian disepakati karena secara literal kami memang sedang menciptakan sebuah bahaya yang laten dan menyenangkan," imbuh Felix Dass.
Dia menjelaskan alasan mereka menamakan Proyek Bahaya Laten. Dalam proyek ini, mereka ingin merekonstruksi makna frasa tersebut. Menurut Felix, proyek ini punya misi panjang untuk membuat musik mandiri, tidak berkaitan dengan sponsor, punya isu kemerdekaan ide, kemandirian jaringan, serta keberdayaan musisinya dan penggemar.[3]