Propafenon adalah obat dari golongan antiaritmia yang digunakan dalam pengobatan aritmia jantung. Menurut klasifikasi E. Vaughan Williams,[1] propafenon termasuk dalam antiaritmia kelas I (penghambat kanal natrium), lebih spesifik lagi (bersama dengan flekainida) termasuk dalam kelas IC.[2]
Sejarah
Propafenone disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat pada bulan November 1989.[3][4]
Kegunaan medis
Propafenon (intravena pada dosis 0,5 hingga 1mg/kg) antara lain digunakan untuk takikardia ventrikel dan denyut prematur ventrikel.[5][6] Obat ini juga dapat digunakan untuk fibrilasi atrium (dengan takiaritmia absoluta).[7]
Farmakologi
Farmakodinamik
Propafenon berikatan dengan saluran natrium jantung, dengan ikatan protein melebihi 90%. Karena waktu pengikatannya yang relatif lama, propafenon juga efektif pada denyut jantung istirahat. Berbeda dengan anggota kelas obat lainnya, propafenon memiliki sedikit efek pada durasi potensial aksi tetapi sangat menghambat masuknya natrium yang cepat pada fase 0 (pelebaran QRS pada rentang denyut jantung istirahat).[2] Karena propafenon secara struktural berkaitan dengan penghalang beta, propafenon juga memiliki efek seperti lidokain dan kuinidin serta dapat memblokir saluran kalsium dan saluran β. Docking ke saluran kalium yang sensitif terhadap ATP pada sel otot jantung dianggap tidak diinginkan.[8]
Inisiasi terapi
Propafenon umumnya perlu dimulai di rumah sakit untuk memastikan pemantauan EKG pasien. Terdapat banyak dosis propafenon yang berbeda, tergantung pada presentasi klinis aritmia. Pengobatan umumnya dimulai dengan dosis yang relatif tinggi (450–900mg/hari), menurun hingga mendekati 300mg/hari. Di sebagian besar negara Barat, dosis maksimal yang diterima adalah 900mg/hari.[butuh rujukan]
Untuk alasan ekonomi dan kenyamanan, beberapa dokter memulai agen antiaritmia tertentu dalam pengaturan rawat jalan untuk beberapa pasien. Tidak ada konsensus mengenai keamanan praktik ini, dan informasi diperlukan untuk menentukan agen dan pasien mana yang tepat untuk memulai terapi antiaritmia rawat jalan. Dari sudut pandang klinis, obat ini digunakan terutama pada pasien dengan fungsi miokardium yang relatif terjaga.[9]
Stereokimia
Propafenon mengandung stereotengah dan terdiri dari dua enantiomer. Ini adalah rasemat, campuran 1:1 bentuk (R)– dan (S):[10]
Enantiomer propafenon
(R)-propafenon Nomor CAS: 107381-31-7
(S)-propafenon Nomor CAS: 107381-32-8
Referensi
↑E. Vaughan Williams: Classification of anti-arrhythmic drugs. In: Symposium on Cardiac Arrhythmias. (Hrsg.: E Sandfte, E Flensted-Jensen, KH Olesen). AB ASTRA (Sweden), Södertälje 1970, S. 449–472.
12Ernst Mutschler, Monika Schäfer-Korting u.a.: Lehrbuch der Pharmakologie und Toxikologie. 8., völlig neu bearbeitete und erweiterte Auflage. Wissenschaftliche Verlagsgesellschaft, Stuttgart 2001, ISBN 3-8047-1763-2, S. 549ff
↑H. M. Bryson, K. J. Palmer u.a.: Propafenone. A reappraisal of its pharmacology, pharmacokinetics and therapeutic use in cardiac arrhythmias. In: Drugs, 1993, 45(1)
↑Reinhard Larsen: Anästhesie und Intensivmedizin in Herz-, Thorax- und Gefäßchirurgie. (1. Auflage 1986) 5. Auflage. Springer, Berlin / Heidelberg / New York u.a. 1999, ISBN 3-540-65024-5, S. 75.
↑G Christé, H Tebbakh, M Simurdová, R Forrat, J Simurda: Propafenone blocks ATP-sensitive K+ channels in rabbit atrial and ventricular cardiomyocytes. In: European Journal of Pharmacology, 1999, 4, 373(2–3), S. 223–232.
↑F. v. Bruchhausen, G. Dannhardt, S. Ebel, A. W. Frahm, E. Hackenthal, U. Holzgrabe (Hrsg.): Hagers Handbuch der Pharmazeutischen Praxis: Band 9: Stoffe P–Z, Springer Verlag, Berlin, Aufl. 5, 2014, S. 387, ISBN978-3-642-63389-8.