Sejarah
Radio keselamatan publik mulai beralih dari FM analog ke digital sejak 1990-an karena meningkatnya kebutuhan penggunaan data dalam sistem radio, seperti lokasi GPS, trunking, pengiriman pesan teks, metering, dan enkripsi dengan berbagai tingkat keamanan.[2]
Keberagaman protokol pengguna dan perbedaan spektrum radio membuat interoperabilitas antar lembaga keselamatan publik sulit dicapai. Pengalaman dari berbagai bencana di Amerika Serikat mendorong lembaga terkait untuk mengevaluasi kebutuhan komunikasi ketika infrastruktur dasar tidak berfungsi. Untuk memenuhi kebutuhan sistem radio digital keselamatan publik, Federal Communications Commission (FCC) atas arahan Kongres Amerika Serikat memulai pengkajian pada tahun 1988 untuk meminta masukan dari pengguna dan produsen mengenai peningkatan sistem komunikasi.[3]
Berdasarkan masukan tersebut, APCO Project 25 dibentuk pada Oktober 1989 melalui kerja sama antara:[4]
• Association of Public-Safety Communications Officials-International (APCO)
• National Association of State Telecommunications Directors (NASTD)
• National Telecommunications and Information Administration (NTIA)
• National Communications System (NCS)
• National Security Agency (NSA)
• Department of Defense (DoD)
Komite pengarah yang terdiri atas perwakilan lembaga-lembaga tersebut bersama FPIC (Federal Partnership for Interoperable Communication), Coast Guard, dan National Institute of Standards and Technology (NIST), Office of Law Enforcement Standards dibentuk untuk menentukan prioritas serta ruang lingkup pengembangan teknis P25.[5]