| Rok progresif |
|---|
 Emerson, Lake & Palmer saat tampil pada tahun 1992. |
| Nama lain |
|
|---|
| Sumber aliran |
|
|---|
| Sumber kebudayaan | Pertengahan hingga akhir 1960-an, Britania Raya dan Amerika Serikat |
|---|
| Bentuk turunan |
|
|---|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Musik rok progresif (bahasa Inggris: progressive rock, sering disingkat prog rock atau prog) adalah salah satu subgenre musik rok yang berkembang di Britania Raya dan Amerika Serikat pada pertengahan hingga akhir dekade 1960-an, serta mencapai puncak kepopulerannya pada awal 1970-an. Berawal dari sebutan "pop progresif", gaya musik ini lahir dari eksperimentasi band-band psikedelik yang meninggalkan tradisi lagu musik pop standar demi penerapan instrumentasi dan teknik komposisi yang umumnya berakar dari musik jazz, folk, atau musik klasik. Ciri khas yang membuat genre ini disebut "progresif" antara lain lirik berkonsep puitis, pemanfaatan teknologi studio untuk eksplorasi efek suara baru, pendekatan musik yang mengarah pada "musik seni", serta pergeseran fokus aktivitas dari panggung pertunjukan ke studio rekaman. Musik ini juga umumnya dirancang untuk dinikmati dengan saksama ketimbang sebagai musik pengiring tari.
Rok progresif berlandaskan pada perpaduan berbagai gaya musik yang dinamis antara formalisme dan eklektisisme. Dalam perkembangannya, genre ini kerap diidentikkan dengan stereotip tertentu, seperti aksi solo instrumen yang panjang, durasi album yang ekstrem, lirik bertema fantasi, tata panggung dan kostum yang megah, serta penekanan berlebih pada mahirnya teknis permainan para personilnya. Meskipun sering dianggap menggabungkan budaya tinggi (*high culture*) dan budaya populer (*low culture*), sebagian besar musisi sebenarnya hanya memasukkan sedikit elemen klasik ke dalam karya mereka. Hanya beberapa kelompok tertentu, seperti Emerson, Lake & Palmer, yang secara eksplisit meniru atau mengadaptasi struktur musik klasik.
Kemunculan genre ini bertepatan dengan pesatnya pertumbuhan industri musik pada pertengahan 1960-an, ketika label rekaman memberikan kebebasan artistik yang lebih luas kepada para musisi, ditambah dengan pembagian kategorisasi jurnalistik antara musik "pop" dan "rok". Popularitas rok progresif sempat melonjak pada awal hingga pertengahan 1970-an sebelum akhirnya meredup. Meski anggapan umum menyebutkan kebangkitan punk rock sebagai pemicu utama penurunannya, terdapat berbagai faktor industri dan budaya lain yang turut berpengaruh. Sejumlah kritikus musik sering kali bersikap kritis atau mengabaikan genre ini karena dinilai terlalu ambisius, pretensius, dan berlebihan. Selepas akhir dekade 1970-an, rok progresif terpecah ke dalam berbagai bentuk subgenre. Beberapa grup lama tetap bertahan dan sukses secara komersial pada era 1980-an lewat perubahan formasi serta struktur lagu yang lebih padat dan pop, atau bertransisi ke arah pop simfonik, arena rock, maupun new wave.
Kelompok-kelompok awal yang secara retrospektif menunjukkan karakteristik perintis genre ini sering dikategorikan sebagai "proto-prog". Di sisi lain, pergerakan Adegan Canterbury pada akhir 1960-an membentuk variasi rok progresif yang menekankan penggunaan alat musik tiup, perubahan akord yang kompleks, serta improvisasi panjang. Pada akhir 1970-an, gerakan Rock in Opposition hadir dengan pendekatan yang lebih avant-garde, yang bila dipadukan dengan gaya Canterbury menghasilkan subgenre avant-prog. Memasuki era 1980-an, muncul subgenre rock neo-progresif yang meraih keberhasilan komersial, meski sempat dikritik karena dianggap kurang inovatif dan cenderung meniru gaya lama. Selain itu, istilah post-progresif digunakan untuk merujuk pada perkembangan baru dalam musik populer dan avant-garde yang mengadopsi pengaruh progresif sejak pertengahan 1970-an.